Dari klub tersebut, kemampuan Gregoria terus berkembang hingga menjadi salah satu pemain muda potensial Indonesia.
Gregoria juga dikenal sebagai pengagum legenda tenis dunia Roger Federer. Semangat juang dan ketenangan Federer di lapangan disebut menjadi inspirasi bagi Gregoria dalam menjalani karier sebagai atlet profesional.
Pada tahun 2014, Gregoria berhasil menembus Pelatnas PBSI saat usianya baru menginjak 15 tahun.
Kesempatan tersebut diraih berkat penampilan impresifnya di ajang Sirkuit Nasional 2013.
Masuknya Gregoria ke Pelatnas menjadi awal perjalanan panjangnya di level internasional.
Sejak saat itu, namanya mulai diperhitungkan sebagai calon penerus tunggal putri Indonesia.
Kesuksesan Gregoria terus berlanjut di level senior. Ia berhasil menjuarai Kumamoto Masters Japan 2023 yang merupakan turnamen level Super 300.
Tidak hanya itu, Gregoria juga sukses menjadi juara Spain Masters 2023 yang memiliki level serupa.
Dua gelar tersebut menjadi bukti bahwa Gregoria mampu bersaing dengan pemain elite dunia.
