Potret Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (kiri) dan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Maruarar Sirait (kanan). (Sumber: Istimewa)

Nasional

Sinergi Sekolah Rakyat dan Program 3 Juta Rumah, Kementerian PKP Alokasikan 10.000 BSPS untuk Dukungan Rumah Layak Huni

Senin 11 Mei 2026, 22:38 WIB

POSKOTA.CO.ID - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI memperkuat sinergi lintas kementerian bersama Kementerian Sosial RI dalam mendukung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat dan Program 3 Juta Rumah melalui kolaborasi penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan tersebut digelar di Ruang Menteri Sosial, Lantai 1, Kementerian Sosial RI, Jalan Salemba Raya No. 28, Jakarta Pusat, Senin (11/05/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua kementerian membahas berbagai langkah strategis untuk mengintegrasikan Program Sekolah Rakyat dengan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau masyarakat miskin dan rentan di berbagai wilayah Indonesia dengan dukungan pemerintah daerah.

Baca Juga: Pastikan Hunian Layak, Mendagri Bersama Menteri PKP Tinjau Perumahan di Sorong

“Syarat program sekolah rakyat yaitu memiliki lahan 7-8 Ha yang dimiliki Pemerintah Kabupaten. Sesuai target Presiden Prabowo bahwa untuk penyediaan satu sekolah rakyat di satu kabupaten di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Kementerian PKP terhadap penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat.

“Didukung oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Saya berterima kasih sekali dengan Pak Menteri PKP yang sejak awal memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap penyelenggaraan sekolah rakyat,” lanjutnya.

Dalam diskusi tersebut, dibahas pula kondisi backlog perumahan nasional yang saat ini mencapai sekitar 26,9 juta rumah. Pemerintah menilai bahwa penyediaan hunian layak menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga: Pasar Ikan Hias TPHP Cengkareng Sepi Pengunjung, Dinas KPKP DKI Upayakan Omzet Pedagang Meningkat

Program Sekolah Rakyat sendiri tersebar di 166 titik di seluruh Indonesia dengan jumlah peserta didik eksisting mencapai sekitar 14.913 siswa serta jumlah orang tua sekitar 13.942 orang. Data tersebut dinilai menjadi dasar penting dalam menentukan sasaran intervensi program perumahan melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Menteri PKP menegaskan bahwa komunikasi dan integrasi data antar kementerian menjadi faktor utama dalam memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Komunikasi dan data dari Kemensos menjadi sangat penting dalam bersinergi dengan program perumahan misalnya dengan program bedah rumah yang salah satunya sudah kita lakukan,” ujar Menteri PKP.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah dukungan renovasi rumah tidak layak huni bagi keluarga atau orang tua siswa Sekolah Rakyat. Program tersebut bertujuan membantu masyarakat yang telah memiliki rumah namun kondisinya belum memenuhi standar kelayakan huni.

Baca Juga: Hadapi Kemarau Panjang, Begini Langkah KPKP Jakarta Jaga Ketahanan Pangan Kota

Menindaklanjuti usulan Kementerian Sosial, Menteri PKP menyatakan dukungan penuh terhadap target renovasi 10.000 rumah pada tahun 2026 melalui program BSPS.

“Kami memutuskan mengalokasikan program BSPS sejumlah yang Kementerian Sosial minta yakni 10.000. Gus Ipul kami setujui dan kami dukung 10.000 ini, selamat Gus ya semoga bisa bermanfaat dan saya minta supaya itu bisa membahagiakan khususnya programnya bisa sukses ya,” lanjut Menteri PKP.

Selain pembahasan teknis program, kedua kementerian juga mendiskusikan berbagai isu strategis terkait pelaksanaan Sekolah Rakyat dan Program 3 Juta Rumah, termasuk rencana kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi guna memastikan kesiapan pelaksanaan program di daerah.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Sosial beserta jajaran, sementara Menteri PKP didampingi oleh Sekretaris Jenderal Didyk Choiroel, Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Fitrah Nur, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati, Plt. Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Roberia, Plt. Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Rini, Staf Khusus Menteri Novelin, dan Sesditjen Musrifah.

Kolaborasi antara Kementerian PKP dan Kementerian Sosial diharapkan mampu mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan berbasis kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

Tags:
Maruarar SiraitSaifullah YusufPrabowo Subiantohunian layak masyarakatSekolah Rakyat

Heri Effendi

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor