Film Dokumenter Pesta Babi Tentang Apa? Viral Nobar di Sejumlah Tempat Dibubarkan TNI

Senin 11 Mei 2026, 13:59 WIB
Film Pesta Babi jadi sorotan usai sejumlah aksi pembubaran saat nobar di beberapa kampus. (Sumber: Instagram/@watchdoc_insta)

Film Pesta Babi jadi sorotan usai sejumlah aksi pembubaran saat nobar di beberapa kampus. (Sumber: Instagram/@watchdoc_insta)

POSKOTA.CO.ID - Film dokumenter Pesta Babi belakangan ini tengah jadi sorotan publik setelah ramai pembubaran kegiatan nonton bareng (nobar) disejumlah tempat, terutama di berbagai kampus.

Aksi pembubaran nobar film Pesta Babi diketahui terjadi di beberapa lokasi, mulai dari Universitas Mataram, UIN Mataram, dan Universitas Pendidikan Mandalika.

Terbaru, kegiatan nobar film Pesta Babi yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (Aji) Ternate dan Society Of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) di Kota Ternate, Maluku Utara juga ikut dibubarkan oleh anggota TNI.

Baca Juga: Mathis Molinie Siapa dan Asal Mana? Heboh Diduga Jadi Pria Spesial di Hati Raisa Andriana

Pembubaran kegiatan nobar film ini pun sukses mencuri perhatian publik dan menimbulkan tanda tanya besar di benak masyarakat tentang alasan dibalik pembubarannya beserta cerita di balik film tersebut.

Film Pesta Babi Tentang Apa?

Jika membaca dari judulnya secara sekilas, mungkin banyak yang mengira bahwa film Pesta Babi memiliki kesan horor, mistis, atau sadis yang menceritakan tentang mengeksploitasi babi.

Namun, berbeda dari makna eksplisit pada judulnya, film Pesta Babi mengisahkan tentang perjuangan masyarakat adat di Indonesia Timur yang harus terlibat konflik dengan aparat hingga orang-orang berkuasa yang ingin mengambil tanah mereka.

Baca Juga: Kenapa Pinkan Mambo Cerai dengan Arya Khan? Ini Fakta-fakta yang Terungkap

Film dokumenter dengan judul lengkap Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita ini berlatar di wilayah Papua Selatan, khususnya di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.

Dalam film tersebut diceritakan bahwa sejumlah masyarakat adat di Papua dari bermacam-macam suku harus kehilangan tanah dan juga tempat hidup mereka akibat sejumlah proyek pemerintah dan swasta.

Hutan-hutan tempat mereka tinggal, hidup, dan mencari makanan habis digunduli dan diubah jadi perkebunan tebu hingga sawit, termasuk demi kelancaran proyek food estate yang diagungkan pemerintah.


Berita Terkait


News Update