Pedagang ayam di Pasar Tomang Barat, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. (Sumber: Pos Kota/ Pandi Ramedhan)

JAKARTA RAYA

Ekonomi Jakarta Bertumbuh, Ekonom Sarankan Pemerintah Perkuat Sektor Ini

Kamis 07 Mei 2026, 21:34 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ekonom Esther Sri Astuti menyebut Pemerintah harus bisa menjaga stabilitas harga untuk menjaga daya beli masyarakat ditengah pertumbuhan ekonomi di Jakarta.

"Tugas menjaga stabilitet harga tidak hanya di Pemda DKI Jakarta tetapi juga di Pemerintah Pusat dan seluruh Pemda," kata Esther melalui pesan singkat, Kamis 7 Mei 2026.

Ada beberapa strategi utama untuk menjaga daya beli masyarakat. Esther menyebut strategi yang paling jitu yakni stabilitas harga bahan pokok.

Misalnya pemerintah harus memastikan harga BBM subsidi tidak naik untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Baca Juga: Ekomoni Jakarta Triwulan I-2026 Tumbuh 5,59 Persen, Momentum ke Arah Kota Maju

"Selain itu, dilakukan pemantauan stok pangan secara intensif untuk mencegah lonjakan harga yang drastis," papar Esther.

Selain itu, Esther menyampaikan bantuan sosial dan subsidi kepada masyarakat yang membutuhkan juga menjadi bagian penting.

"Penyaluran bantuan pangan (misalnya bansos pangan Rp13,37 triliun) dan subsidi energi yang tepat sasaran kepada masyarakat menengah ke bawah untuk meringankan beban ekonomi," tutur dia.

Kemudian, lanjut Esther, stimulus Fiskal juga mesti dipikirkan oleh Pemerintah.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Targetkan 445 RW Kumuh Ditata, Bantaran Rel jadi Prioritas

"Implementasi insentif seperti perpanjangan PPN DTP (Ditanggung Pemerintah) 100 persen untuk pembelian rumah dan diskon tarif transportasi untuk mendorong konsumsi," terangnya.

Lalu peningakatan dan pendapatan kepada aparatur sipil negara (ASN), seperti pembayaran tunjangan hari raya (THR) juga bisa dilakukan.

"Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur negara dan pensiunan guna meningkatkan uang beredar di masyarakat," ucap Esther.

Selain itu, pemerintah juga harus mempunyai strategi dalam pengendalian inflasi daerah.

"Penguatan koordinasi antara pusat dan daerah dalam mengendalikan inflasi melalui pasar murah dan menjaga pasokan barang pokok," kata Esther menambahkan.

Baca Juga: 28 Ribu Buruh Bogor Berangkat Peringati May Day 2026 di Jakarta

Sektor yang Perlu Diperkuat

Esther menyampaikan, pemerintah harus bisa memperkuat sejumlah sektor diantaranya sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan.

"Fokus utama untuk swasembada guna mengurangi ketergantungan impor dan menjaga stabilitas harga pangan," tuturnya.

Kemudian pemerintah juga harus memperkuat sektpr pada hilirisasi SDA dan Industri Manufaktur.

"Untuk menciptakan lapangan pekerjaan maka melanjutkan 18 proyek hilirisasi prioritas untuk meningkatkan nilai tambah ekspor, terutama nikel dan sumber daya alam lainnya," jelas Esther.

Ia menambahkan, sektor lain yang perlu diperkuat yakni UMKM dan Ekomoni Digital, Infrastruktur dan Energi Terbarukan, sektor Kesehatan dan Farmasi, hingga Pariwisata.

"Pariwisata bisa jadi sektor andalan yang didorong melalui insentif perpajakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah," katanya.

Tags:
harga BBM subsidiEsther Sri AstutiDKI Jakarta ekonomi Jakarta

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor