Oleh :Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID – Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional), Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjauhi narkotika dengan menjadikan olahraga sebagai gaya hidup.
Komjen Suyudi menyebut tren olahraga yang kini digandrungi masyarakat mendorong pergeseran gaya hidup ke arah yang lebih positif. Dia menilai pendekatan melalui olahraga efektif dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan bebas narkotika.
Hal itu dikatakan Kepala BNN pada penutupan gelaran Padel Turnamen Piala Bersinar 2026 di Jakarta, Minggu, 3 Mei 2026.
“Padel merupakan jenis olahraga yang sekarang sedang digandrungi masyarakat, utamanya anak muda ya,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Memutus Perkara Berlandaskan Fakta, Bukan Main Mata
“Jadi mengajak gaya hidup sehat dan bebas narkotika melalui kegiatan olahraga,” kata Yudi.
“Gelaran turnamen olahraga yang sedang digandrungi masyarakat merupakan bagian dari strategi pendekatan yang lebih humanis dan relevan dalam mengampanyekan hidup sehat tanpa narkotika,” urai mas Bro.
“Terlebih Badan Narkotika Nasional (BNN) sedang berupaya menggeser paradigma pencegahan penggunaan narkotika menjadi lebih humanis, edukatif dan preventif dengan mengajak anak muda terlibat dalam kegiatan positif. Turnamen padel, salah satu di antaranya,” jelas Heri.
“Masih banyak olahraga lainnya yang juga digemari masyarakat, utamanya anak muda era kini, bisa menjadi ajang gaya hidup sehat tanpa narkotika,” tambah Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Jika Ketua MPR Menginspirasi Para Pelajar
“Sebut apa saja?,” tanya Heri.
“Misalnya running, skateboarding, pound fit, dan bersepeda masih digemari semua lapisan usia,” kata Yudi.
“Semua jenis olahraga itu baik dan sehat. Da, kini olahraga bagi Gen Z, tak hanya sebatas aktivitas fisik, tetapi sudah menjadi gaya hidup yang mencerminkan identitas dan eksistensi diri,” urai mas Bro.
“Ini yang wajib kita dorong ke arah yang lebih positif, tak hanya hidup sehat, juga bebas dari narkotika bisa berkembang menjadi eksistensi diri bagi generasi era kini,” kata Heri.
“Setuju, tapi jangan cuma mendorong dari belakang. Juga harus tampil di depan memberi keteladanan, di tengah membangun semangat. Bukankah ing madyo mangun karso, ing ngarso sung tulodo dan tut wuri handayani,” jelas mas Bro.
“Intinya dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya menyehatkan masyarakat dan mencegah serta memberantas peredaran narkotika,” kata Heri.
“Jangan sampai olahraga rajin, ngobat jalan terus, terlebih jika sampai menggunakan komunitas olahraganya sebagai ajang peredaran gelap narkotika. Itu namanya merusak diri, meracuni komunitas dan semaunya,” urai Yudi.