Film Dokumenter ‘All That Separates Us Is Distance’ Angkat Perjuangan Nelayan Cari Nafkah di Tengah Risiko

Selasa 05 Mei 2026, 22:04 WIB
Penayangan film dokumenter dan diskusi tentang keselamatan nelayan di berbagai belahan dunia, di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

Penayangan film dokumenter dan diskusi tentang keselamatan nelayan di berbagai belahan dunia, di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

“Tentunya kami sangat senang sekali berperan di film dokumenter ini. Jadi di film ini saya menyampaikan pesan kepada masyarakat, pengalaman kami melaut,” kata pria yang akrab disapa Dede Sinar tersebut.

Dede mengungkapkan bahwa kehidupan nelayan tidak lepas dari berbagai rasa, mulai dari pahitnya kesulitan hingga manisnya hasil tangkapan yang menjadi sumber penghidupan.

Ia mengaku sudah melaut sejak lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2003 silam.

Baca Juga: Biodata dan Perjalanan Karier Niken Anjani, Pemeran Ayu di Film Balas Budi: Umur hingga Akun Instagram

“Kami sudah merasakan bagaimana rasanya air laut itu asin dan bagaimana rasanya manisnya hasil laut, dan bagaimana pahitnya susahnya di laut, itu sudah kami rasakan,” tutur Dede.

Head of Maritime Systems Lloyd’s Register Foundation, Olivia Swift, menilai penting untuk menghadirkan sisi kemanusiaan dalam cerita nelayan yang selama ini kerap dipandang hanya dari aspek risiko.

Karena itu, ia sangat mengapresiasi penayangan film dokumenter yang menceritakan perjuangan nelayan, terutama di Indonesia selama mencari nafkah.

“Pemberitaan tentang nelayan sering berbicara soal risiko, tapi di balik itu ada manusia, dengan harapan, keluarga, dan komunitas. Sangat penting untuk menceritakan kisah mereka dan membiarkan suara mereka didengar,” katanya.

Koordinator International Fund for Fishing Safety (IFFS), Alan McCulla, menambahkan bahwa para nelayan di berbagai negara memiliki tujuan yang sama meski berasal dari latar belakang berbeda.

Baginya, secara global, profesi nelayan termasuk salah satu pekerjaan paling berbahaya, dengan puluhan ribu kematian setiap tahun.

“Ada ikatan antara nelayan di Indonesia, Ghana, dan Inggris. Satu-satunya yang memisahkan mereka adalah jarak. Pada akhirnya, tujuannya adalah menyelamatkan jiwa, melindungi keluarga, dan komunitas,” jelas Alan.


Berita Terkait


News Update