“Selanjutnya pelapor mendatangi lokasi dan melihat kursi yang sebelumnya 170 tinggal 50 dan blower tidak ada,” terang Bambang.
Berdasarkan data sementara, menurut Bambang, barang yang diambil pelaku sebanyak 120 kursi merek Futura dan tiga unit blower. Saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti serta memburu pelaku yang hingga kini belum teridentifikasi. Termasuk, melakukan pemeriksaan terhadap saksi di lapangan.
Sementara itu, korban berinisial Fatimah mengaku mengalami kerugian cukup besar karena nilai per unit kursi dan blower yang hilang tergolong tinggi. Selain kehilangan aset usaha, ia juga tetap harus menanggung kewajiban membayar upah para pekerjanya.
Baca Juga: Trotoar Jalan di Kebon Jeruk Dipenuhi Gunungan Sampah, Bau Tak Sedap Ganggu Pengguna Jalan
Ia juga menyadari adanya kelalaian dalam proses transaksi, lantaran terlalu mudah mempercayai pelanggan baru tanpa meminta identitas resmi maupun uang muka.
"Saya enggak minta alamat atau KTP, mungkin karena jarak lokasi pengiriman yang dekat, ngakunya mahasiswa," beber Fatimah.
Selanjutnya, Fatimah berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap identitas pelaku dan menangkapnya. Kemudian pelaku diproses secara hukum agar tidak menimbulkan korban berikutnya. Karena menurut modus ini bukan pertama kali menimpa para pelaku usaha vendor.
"Setidaknya yang bawa barang-barang itu ketemu. Kalau barangnya enggak balik pun ya sudah, tapi pelakunya harus ketemu," harap SF. (man)
