Update Tragedi Bekasi Timur Hari Ini 28 April 2026: 7 Tewas, 13 Perjalanan KA Dibatalkan, Tiket Refund 100 Persen

Selasa 28 Apr 2026, 09:51 WIB
Tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat. (Sumber: X/@gunasatwam)

Tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat. (Sumber: X/@gunasatwam)

POSKOTA.CO.ID - Tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, masih menyisakan duka mendalam.

Insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL Commuter Line itu menyebabkan korban jiwa, serta gangguan besar terhadap operasional perjalanan kereta api di jalur padat Jabodetabek.

Hingga Selasa pagi, 28 April 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperbarui data korban dan dampak operasional akibat kecelakaan tersebut.

Selain menelan korban jiwa, peristiwa ini juga membuat sejumlah perjalanan kereta jarak jauh harus dibatalkan demi kelancaran proses evakuasi serta pemulihan jalur.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut bertambah menjadi tujuh orang hingga pukul 07.00 WIB.

Sementara itu, puluhan korban lainnya masih menjalani perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

"Saya meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam, tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Selasa, 28 April 2026.

Data sementara menunjukkan total 81 orang mengalami luka-luka dengan berbagai kondisi.

Sebagian korban telah mendapatkan penanganan medis intensif, sementara pihak berwenang masih terus melakukan pendataan.

Setelah kejadian, tim gabungan yang terdiri dari petugas KAI, Basarnas, kepolisian, tenaga medis, serta unsur terkait lainnya langsung diterjunkan ke lokasi.

Fokus utama petugas adalah mengevakuasi korban, mengamankan area, dan menyingkirkan rangkaian kereta yang terlibat kecelakaan.

Bobby menjelaskan bahwa seluruh rangkaian KA Argo Bromo Anggrek telah dipindahkan dari titik tabrakan menuju Stasiun Bekasi.

"Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan. Jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan eh evakuasi ke stasiun Bekasi," ucap Bobby.

Akibat kecelakaan tersebut, layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line mengalami pembatasan operasional.

Untuk sementara waktu, perjalanan KRL hanya dilayani sampai Stasiun Bekasi dan belum dapat melayani naik turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur.

"Operasional kereta walaupun Commuter Line belum bisa kami operasikan untuk naik dan turun di stasiun Bekasi Timur ini, untuk Commuter Line kami batasi sampai di Stasiun Bekasi," terang dia.

Kebijakan itu sendiri diterapkan demi memberi ruang bagi proses evakuasi dan pemeriksaan jalur agar perjalanan berikutnya tetap aman.

Baca Juga: Prediksi Kemacetan saat Mudik Lebaran 2026, Pengamat Soroti Jalan Rusak dan Risiko Kecelakaan

Daftar 13 Perjalanan KA Jarak Jauh yang Dibatalkan

Dampak dari kecelakaan ini, PT KAI membatalkan 13 perjalanan kereta api jarak jauh. Berikut daftar selengkapnya.

  • 117B KA Gunungjati Cirebon-Gambir
  • 56F-53F KA Purwojaya Cilacap-Gambir
  • 58F-59F KA Purwojaya Gambir-Cilacap
  • 143B KA Madiun Jaya Madiun-Pasarsenen
  • 17 KA Argo Sindoro Semarang Tawang-Gambir
  • 75B KA Mataram Solo Balapan-Pasarsenen
  • 163 KA Gumarang Surabaya Pasarturi-Pasarsenen
  • 149 KA Singasari Blitar-Pasarsenen
  • 94-91 KA Jayabaya Malang-Pasarsenen
  • 61B KA Manahan Solo Balapan-Gambir
  • 257 KA Progo Lempuyangan-Pasarsenen
  • 29F KA Argo Anjasmoro Surabaya Pasarturi-Gambir
  • 175 KA Menoreh Semarang Tawang-Pasarsenen

Tiket Bisa Refund 100 Persen

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, PT KAI menyediakan layanan pengembalian dana tiket secara penuh bagi penumpang yang terdampak pembatalan perjalanan.

Bagi penumpang yang perjalanannya terdampak pembatalan, PT KAI menyediakan layanan pengembalian dana tiket (refund) sebesar 100 persen yang dapat diurus di loket stasiun.

Pihak KAI juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi mengenai jadwal perjalanan dan perubahan layanan pascakecelakaan ini.

Baca Juga: Tangan Membengkak, Damkar Bantu Lepas Cincin Pasien Kecelakaan di Rumah Sakit

Kronologi Awal Kejadian

Peristiwa ini diduga bermula dari adanya taksi berwarna hijau yang tertabrak KRL di pelintasan kereta.

Setelah rangkaian tersebut berhasil dievakuasi, insiden lanjutan kemudian terjadi.

Kecelakaan kedua berlangsung saat KRL tujuan Jakarta–Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut pada Senin malam, 27 April 2026.

Pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti tabrakan serta kemungkinan adanya faktor teknis maupun human error.


Berita Terkait


News Update