Peristiwa ini diduga bermula dari adanya taksi berwarna hijau yang tertabrak KRL di pelintasan kereta.
Setelah rangkaian tersebut berhasil dievakuasi, insiden lanjutan kemudian terjadi.
Kecelakaan kedua berlangsung saat KRL tujuan Jakarta–Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut pada Senin malam, 27 April 2026.
Pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti tabrakan serta kemungkinan adanya faktor teknis maupun human error.
