Apa Itu Taksi Hijau? Viral Diduga Jadi Penyebab Awal Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL

Selasa 28 Apr 2026, 09:30 WIB
Taksi Hijau Green SM diduga jadi penyebab awal kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line. (Sumber: X/TMCPoldmMetr)

Taksi Hijau Green SM diduga jadi penyebab awal kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line. (Sumber: X/TMCPoldmMetr)

POSKOTA.CO.ID - Dugaan penyebab kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam hari menjadi perhatian masyarakat.

Di media sosial, sejumlah warganet menyebut awal mula kecelakaan tersebut diduga terjadi karena ada taksi hijau tertemper KRL usai berhenti di tengah perlintasan kereta.

Bahkan, beberapa saksi mata yang ada di lokasi turut membagikan bukti video detik-detik taksi hijau yang dimaksud tertemper KRL CRRC.

Baca Juga: Daftar Perjalanan KA Jarak Jauh yang Dibatalkan Pasca Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur

"Butterfly Effect. KRL CRRC Nabrak Taksi-> KRL Berikutnya Tertahan di Stasiun Bekasi Timur -> KA Argo Bromo Anggrek Menabrak KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur," kata salah seorang warganet.

Hal ini lantas membuat warganet ramai membicarakan soal taksi hijau hingga menjadi viral di media sosial. Banyak orang mengecam aki melanggar aturan yang dilakukan sopir taksi tersebut.

Apa Itu Taksi Hijau yang Viral?

Berdasarkan penelusuran, taksi hijau yang ramai diperbincangkan warganet dan diduga sebagai awal mula penyebab kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur adalah taksi Green SM.

Green SM atau Xanh SM merupakan taksi listrik asal Vietnam yang beberapa tahun belakangan ini mulai beroperasi di Indonesia.

Baca Juga: Cek Jadwal KRL Terbaru Hari Ini Imbas Kecelakaan Maut KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur

Taksi ini menyediakan layanan transportasi daring yang menggunakan 100% kendaraan listrik (EV) dan terafiliasi dengan GSM (Smart and Green Mobility Joint Stock Company).

Di Indonesia, taksi ini cukup menjadi sorotan masyarakat karena diduga kerap terlibat kecelakaan di jalan raya yang membuat masyarakat resah.

"Ternyata ini taksi ini sudah punya 3 kasus serupa yah temen-temen yaitu tertabrak Kereta Api karena gak sabaran sopirnya," kata seorang warganet.

"Taksi itu emang nir empati, saya ditabrak tanggal 1 April bahkan sampe sekarang gak ada tanggung jawab dan permintaan maaf," ujar warganet lainnya.

Pernyataan Resmi Green SM

Pernyataan resmi Green SM terkait kecelakaan KRL. (Sumber: Instagram/@id.greensm)

Menanggapi insiden yang sedang ramai dibicarakan oleh publik, pihak manajemen Green SM Indonesia akhirnya buka suara.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, pihak Green SM Indonesia menyatakan telah menyampaikan informasi yang dibutuhkan kepada pihak berwenang.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Berawal dari Taksi Tertemper

Mereka juga menegaskan akan bersikap kooperatif dan mendukung penuh proses investigasi terkait kecelakaan yang melibatkan salah satu unit armadanya.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tulis Instagram Green SM.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," lanjutnya,

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL Commuter Line

Sebagai informasi, Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Stasiun Gambir-Surabaya Pasarturi menabrak KRL Commuter Line yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi.

Insiden tersebut bahkan membuat bagian depan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek masuk ke dalam bagian gerbong belakang KRL Commuter Line.

Berdasarkan data terbaru, kejadian ini setidaknya sudah menewaskan 7 orang dan menyebabkan 81 orang mengalami luka-luka.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) hingga saat ini masih terus melakukan evakuasi bersama sejumlah pihak di lapangan akibat insiden kecelakaan maut ini.

Meski demikian, hingga kini masih belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab kecelakaan tersebut karena masih dalam tahap penyelidikan.


Berita Terkait


News Update