"Kalau dulu sehari bisa dapat Rp1,8 juta, kalau sekarang sehari paling cuma dapat Rp500-700 ribu," jelas dia.
Selain itu, Awang juga mengaku untuk bertahan dan mencari pelanggan, dirinya juga memanfaatkan media sosial (medsos) yang dia miliki untik berjualan ikan hias.
"Paling jualan di TikTok, ya paling cuma posting-posting aja," tuturnya.
Baca Juga: Penataan Kawasan Pasar Parung, Bupati Bogor Berencana Bangun Pasar Ikan Terbesar
Hal senada diungkapkan pedagang ikan hias lain, Wendy, 44 tahun yang mengaku mengalami penurunan omzet sekitar 70 persen sejak sepinya pasar TPHP pasca Covid-19 ini.
"Omzet menurun jauh banget, 70 persen mah ada, merosot jauh," katanya.
Sebagai pedagang, Wendy berharap pemerintan bisa melakukan cara agar tempat ikan hias TPHP Cengkareng ini bisa kembali eksis dan ramai pengunjung lagi.
"Konsumen saya tuh dulu ada yang sampai dari Tangerang. Sekarang mah udah sepi," keluh Wendy. (pan)
