"Setelah ini terserah mau dihancurin, mau dijual, itu urusan kalian, tapi tolong jangan gangguin gue lagi," katanya tegas.
Dalam pernyataan lanjutan, Desi Ria mengungkapkan kondisi emosionalnya yang telah terkuras akibat konflik keluarga yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Pihaknya mengaku mengalami kelelahan mental setelah terus-menerus berada dalam situasi yang menekan.
"Gue merasa lega, tapi gue capek," ujarnya singkat, menggambarkan perasaan yang bercampur antara kelegaan dan kelelahan.
Dia menyinggung berbagai persoalan lama yang menurutnya terus berulang, mulai dari tudingan manipulasi hingga konflik internal yang tidak pernah benar-benar selesai.
Lebih lanjut, kata dia, sosok yang ia panggil “Ganda” bukan lagi bagian dari hidupnya.
Dirinya juga menolak segala bentuk keterkaitan emosional di masa depan, termasuk hubungan sebagai anak dan orang tua.
"Ganda bukan ibu gue, gue bangun ini bukan karena kasihan, tapi karena memang ada rezeki saja," lanjut dia.
Video tersebut kemudian ditutup dengan permintaan agar keluarganya tidak lagi melibatkan dirinya dalam konflik internal maupun urusan pribadi ke depannya.
"Jangan lagi ada sumpah-serapah, jangan ada lagi omongan soal restu, gue sudah capek," ungkapnya.
Tidak hanya melalui video, Desi Ria juga menyampaikan curahan emosinya melalui caption unggahan.
Ia mengaku, membutuhkan waktu belasan tahun untuk dapat berdiri tegas menghadapi trauma masa lalu yang dialaminya.
