Populasi Ikan Sapu-Sapu Tak Terkendali, Pemprov DKI Siapkan Tim Penanganan Khusus

Jumat 17 Apr 2026, 10:29 WIB
Petugas PPSU saat berburu ikan sapu-sapu  di aliran kali RW 06, Janur Elok VI Blok QD9, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 17 April 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Petugas PPSU saat berburu ikan sapu-sapu  di aliran kali RW 06, Janur Elok VI Blok QD9, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 17 April 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membentuk tim khusus untuk menangani lonjakan populasi ikan sapu-sapu yang dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem perairan di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa penanganan ikan sapu-sapu akan melibatkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau PJLP yang ditugaskan secara khusus.

“Petugas PJLP nantinya akan kami tugaskan untuk merawat sekaligus mengangkat ikan sapu-sapu di selokan dan sungai,” ujar Pramono saat ditemui di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 17 April 2026.

Dominasi Ikan Sapu-Sapu Capai Lebih dari 60 Persen

Pramono mengungkapkan, ikan sapu-sapu memiliki daya tahan hidup yang sangat tinggi, bahkan mampu bertahan di perairan tercemar maupun air bersih.

Baca Juga: Aksi Serentak Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Populasi Capai Lebih dari 60 Persen

Ia menyebutkan, berdasarkan perkiraan, populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta telah mendominasi lebih dari 60 persen.

“Ini berbahaya bagi biota air lainnya. Karena itu, populasinya harus mulai dikurangi secara masif agar ekosistem kembali normal,” katanya.

Menurut Pramono, ikan sapu-sapu merupakan spesies yang berasal dari kawasan Amerika Selatan dan kini telah menyebar ke berbagai negara.

Ia menambahkan, kemampuan adaptasi ikan ini sangat tinggi, sehingga bisa hidup di berbagai kondisi lingkungan, termasuk di negara seperti Amerika Serikat.

Baca Juga: Aksi Musnahkan Ikan Sapu-Sapu Digelar Serentak di 5 Titik Jakarta Besok

“Saya sudah membaca berbagai literatur. Ikan ini tidak hanya hidup di air kotor, tetapi juga bisa berkembang di air bersih,” jelasnya.

Berpotensi Diolah jadi Pakan, namun Berisiko Tinggi

Di sejumlah negara, ikan sapu-sapu diketahui telah dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak melalui proses pemanasan tinggi dan pengolahan menjadi tepung.

Namun, metode tersebut belum diterapkan secara luas karena tingginya kandungan logam dalam tubuh ikan.

“Di negara dengan kualitas air lebih baik saja, kandungan logamnya sudah cukup tinggi dan masih dalam pengawasan ketat,” ujar Pramono.

Untuk kondisi di Jakarta, hasil pengujian menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu memiliki kandungan residu logam yang melebihi ambang batas aman.

Hal ini membuat ikan tersebut berpotensi berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia maupun hewan.

“Maka dari itu, kami akan melakukan upaya maksimal untuk mengurangi populasinya. Jika dibiarkan, dominasi ikan ini akan kembali meningkat dalam waktu singkat,” tegasnya. (cr-4). 


Berita Terkait


News Update