Gubernur Jakarta Pramono Anung saat konfrensi pers Realisasi APBD Triwulan I Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 17 April 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

JAKARTA RAYA

Pendapatan DKI Rp9,57 Triliun, Pramono Sebut Ekonomi Jakarta Tahan Tekanan Global

Jumat 17 Apr 2026, 20:50 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menjaga arah pembangunan agar tetap berpihak pada kesejahteraan warga di tengah tantangan global yang kian dinamis.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Triwulan I 2026 mencerminkan fondasi yang kuat.

“APBD DKI Jakarta ditetapkan sebesar Rp81,32 triliun. Hingga 31 Maret 2026, realisasinya meliputi pendapatan daerah Rp9,57 triliun (13,39 persen), belanja daerah Rp10,38 triliun (13,97 persen), penerimaan pembiayaan Rp5,82 triliun (58,92 persen), serta pengeluaran pembiayaan Rp243,2 miliar (3,45 persen), dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Rp4,77 triliun,” ucap Pramono saat konferensi pers di Balairung, Balai Kota Jakarta, pada Jumat, 17 April 2026.

Pramono mengatakan, sebanyak 94.798 paket pengadaan telah diselesaikan. Atas dasar itu, dia mengimbau percepatan penyelesaian paket tersisa agar manfaat belanja segera dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Geruduk Polda Metro Jaya, Demonstran Laporkan Feri Amsari soal Pernyataan Swasembada Beras

Lebih lanjut, Pramono menyebut, sepanjang 2025 pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat 5,21 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Capaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi Jakarta di tengah dinamika global.

“Yang menggembirakan, pada Maret 2026 indeks keyakinan konsumen mencapai 145,5. Ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jakarta,” ungkap Pramono.

Selain itu, penjualan riil meningkat 4,92 persen (year on year) pada Februari 2026, mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap kuat. Kampanye penggunaan transportasi umum juga disambut positif, dengan total pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai 112 juta penumpang pada triwulan pertama 2026.

“Momentum ini harus diperkuat melalui kebijakan insentif fiskal yang tepat. Kami tengah mengkaji instrumen perpajakan yang lebih kompetitif, termasuk relaksasi untuk merespons tekanan geopolitik,” kata Pramono.

Baca Juga: Polda Metro Resmi SP3 Rismon dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Saat ini, dikatakan Pramono, inflasi Jakarta tercatat 3,37 persen (year on year), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,48 persen. Jumlah penduduk miskin turun menjadi 439,12 ribu orang (4,03 persen), disertai penurunan rasio gini dari 0,441 menjadi 0,423.

“Partisipasi angkatan kerja meningkat menjadi 65,47 persen. Jumlah penduduk bekerja juga bertambah menjadi 5,18 juta orang atau naik 46,8 ribu. Ini perkembangan yang menggembirakan di awal tahun,” ungkap Pramono.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Lusiana Herawati, menyampaikan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Triwulan I 2026 mencapai Rp8,74 triliun atau 15,16 persen dari target Rp57,67 triliun.

“Pajak daerah dan retribusi daerah berkontribusi Rp7,64 triliun atau 87,45 persen dari total PAD triwulan I,” ujar Lusiana.

Baca Juga: Polisi Tatapkan 14 Tersangka Kasus Penemuan Mayat Pelajar di Muara Kaliadem

Kinerja penerimaan pajak pada triwulan I 2026 tercatat mencapai 101,09 persen atau Rp7,41 triliun, melampaui target Rp7,33 triliun.

Pemprov DKI Jakarta juga memberikan tax expenditure kepada wajib pajak sebesar Rp864 miliar sebagai bentuk dukungan untuk meringankan beban pajak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Michael Rolandi, menyatakan realisasi belanja daerah pada triwulan I 2026 mencapai 13,97 persen tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan tujuh program prioritas dan 27 kegiatan utama sepanjang 2026.

“Kami harus menjaga arus kas tetap sehat. Percepatan pengadaan barang dan jasa sejak awal tahun sangat membantu. Jika tren ini terjaga, akan terbentuk kurva S: lambat di awal, akselerasi di tengah, dan stabil di akhir,” kata Michael. (cr-4) 

Tags:
Pramono AnungJakartaekonomi Jakarta

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor