Operasi Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, 6,98 Ton Ekor Ditangkap

Jumat 17 Apr 2026, 18:53 WIB
Petugas PPSU memburu ikan sapu-sapu di aliran kali RW 06, Janur Elok VI Blok QD9, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 17 April 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Petugas PPSU memburu ikan sapu-sapu di aliran kali RW 06, Janur Elok VI Blok QD9, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 17 April 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta menangkap, 6,98 ton atau 68.880 ekor ikan sapu-sapu dari operasi di lima titik ibu kota, Jumat, 17 April 2026.

Kepala Dinas KPKP Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok menjelaskan, Jakarta Selatan penyumbang terbesar dengan 63.600 ekor ikan atau sekitar 5.300 kg di Pintu Air Outlet Setu Babakan, Jagakarsa.

Sementara itu, Jakarta Timur menyumbang 4.128 ekor dengan berat 828,5 kg dari 10 titik kecamatan. Di Jakarta Pusat, sebanyak 536 ekor ikan dengan berat 565 kg berhasil ditangkap di tujuh titik kecamatan.

Jakarta Utara mencatat 545 ekor dengan total berat 271 kilogram di Saluran PHB RW 06, Kelapa Gading Barat. Kemudian, Jakarta Barat memperoleh 71 ekor dengan berat 17 kg dari Kali Anak TSI, Duri Kosambi, Cengkareng.

Baca Juga: Masif Populasi Ikan Sapu-Sapu, Walhi Jakarta Dorong Perbaikan DAS dan Kualitas Air

“Total keseluruhan mencapai 68.880 ekor ikan sapu-sapu dengan berat 6.975,9 kg,” kata Hasudungan kepada Poskota, Jumat, 17 April 2026.

Hasudungan menjelaskan, operasi ini dilatarbelakangi masifnya perkembangan ikan sapu-sapu yang merupakan spesies introduksi dari Amerika Selatan. Ikan ini dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap lingkungan tercemar serta kemampuan reproduksi yang sangat cepat.

“Ikan sapu-sapu (merupakan) ikan invasif dengan daya tahan tubuh tinggi dan tingkat reproduksi tinggi, (bisa mencapai) 600 hingga 1.200 butir telur per ekor. (Mereka hidup) Membuat lubang atau sarang sehingga merusak habitat," ujarnya.

Menurutnya, dominasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta telah mencapai 90 persen dari total biota air, sehingga perlu dilakukan pengendalian secara serius.

Baca Juga: Aksi Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu di Jakbar, Wali Kota Beri Uang ke Partisipan

Dalam pelaksanaan kali ini, dia mengatakan, metode penangkapan dilakukan secara manual menggunakan jala.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 640 personel dari berbagai unsur, mulai dari Dinas KPKP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sumber Daya Air, unsur pemerintah kota, Marinir, hingga masyarakat.

"Metode manual (dengan menggunakan jala) dan (diikuti) sekitar 640 orang DKPKP, LH, SdA, Unsur Wali Kota, Marinir dan masyarakat," tuturnya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update