Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Balai Benih Ikan Kalideres, Jakarta Barat, saat menangkap ikan sapu-sapu di Kali TSI, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat, 17 April 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA RAYA

Lawan Derasnya Arus untuk Menangkap Ikan Sapu-sapu

Jumat 17 Apr 2026, 20:53 WIB

CENGKARENG, POSKOTA.CO.ID - Fransiskus dan temannya, Yusuf Saeful Hadi dari Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Balai Benih Ikan Kalideres, Jakarta Barat, harus menerjang arus kali untuk menangkap ikan invasif sapu-sapu.

Namun, derasnya arus di kali tidak menyurutkan semangat mereka untuk menjaring ikan sapu-sapu yang populasinya kian merebak khususnya di Jakarta.

"Kalau kesulitan sih paling di arus ya, arusnya lumayan deras. Sama tadi juga mungkin terlalu antusias banyak orang," kata Fransiskus kepada wartawan saat menjangkap ikan sapu-sapu di Kali Taman Semanan Indah (TSI), Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat, 17 April 2026 pagi.

Baca Juga: Polda Metro Resmi SP3 Rismon dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Tidak mudah untuk menangkap ikan sapu-sapu yang berada di aliran kali TSI tersebut. Petugas harus menyusuri kali yang penuh lumpur dan memasang jala sebagai perangkap.

Menurut Fransiskus, populasi ikan sapu-sapu di Jakarta kian merebak. Fransiskus berujar, saat proses penangkapan ikan sapu-sapu, dibutuhkan ketelitian dan juga kehati-hatian.

"Sapu-sapu kan dia masuk ke lobang ya, kalau terlalu banyak orang tuh pada masuk ke lobang semua. Kita masukin tangan juga udah nggak nyampe, ternyata udah ngerusak turap," tuturnya.

Sementara, Yusuf mengaku saat proses penangkapan ikan sapu-sapu, arus deras menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, hal itu tidak membuat dirinya menyerah.

"Arus itu tadi kesulitannya, terlalu deres jadi jaringnya tuh kebawa arus," ungkapnya.

Baca Juga: Polisi Tatapkan 14 Tersangka Kasus Penemuan Mayat Pelajar di Muara Kaliadem

Selain arus yang deras, Yusuf menyampaikan, tantangan lain yakni keberadaan benda-benda yang dapat membahayakan diri di kali. Dirinya mencontohkan salah satu bahaya yang di depan mata yakni ketika dirinya sedang mengobok lobang di kali yang menjadi tempat berkembang biaknya ikan sapu-sapu.

"Karena ada batu-batu apa segala macem, pas narik lagi nggak bakal bisa keluar mulus lah tangan udah pasti rusak serab," tutur dia.

Disampaikam Yusuf, saat penyisiran menangkap ikan sapu-sapu, dirinya juga mendapatkan jenis ikan lain diantaranya ikan nila, sepat, dan sejenisnya. Nila disebut juga merupakan salah satu jenis ikan invasif.

"Sebenernya kalau betok sama sepat kan dia memang ikan endemik, bagus ya. Tapi kalau kayak nila itu masih invasif tapi enggak separah kayak sapu-sapu," ucap dia.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan, ada sebanyak lebih dari 20 kilogram ikan sapu-sapi yang berhasil ditangkap petugas pada kegiatan yang berlangsung pagi tadi.

Baca Juga: Pendapatan DKI Rp9,57 Triliun, Pramono Sebut Ekonomi Jakarta Tahan Tekanan Global

"Di titik ini sudah dapat 20 kilo, tapi ini baru awal. Nanti kita bertahap, kita terus menyusuri kali ini, dan teman-teman nanti kita harapkan sebelum salat Jumat ini sudah kita selesaikan ya. Saya yakin ini akan dapat banyak kalau memang kita lakukan secara lebih luas jangkauannya," kata Iin kepada wartawan, Jumat, 17 April 2026.

Dalam kegiatan ini, Pemkot Jakarta Barat memberikan hadiah menarik kepada masyarakat yang berhasil menangkap ikan sapu-sapu dalam jumlah yang banyak dan melimpah.

Dalam kegiatannnya, setiap kelompok yang menangkap ikan sapu-sapu mendapatkan hadiah berupa uang tunai yakni Rp25 ribu untuk satu kilogram ikan sapu-sapu.

"Jadi nanti satu grup bisa menikmati bersama, dan kita juga akan ajak mereka refreshing jalan-jalan ke Ancol," kata Iin.

Setelah ditangkap, ikan sapu-sapu tersebut tidak untuk dikonsumsi, melainkan akan dikubur di Sentra Flora Semanan guna mencegah penyalahgunaan. (pan)

Tags:
JakartaCengkarengikan sapu sapu

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor