Di sinilah banyak pelamar baru keliru. Mereka mengira kedua surat bisa dibuat sekaligus di satu tempat yang sama. Padahal, kewenangan medisnya berbeda.
Benarkah Bisa Diurus Secara Online?
Di tengah maraknya layanan telemedicine, muncul harapan bahwa semua proses ini bisa dilakukan secara daring. Sayangnya, untuk keperluan rekrutmen resmi, hal itu belum memungkinkan.
Pemeriksaan kesehatan jasmani menuntut observasi langsung. Dokter perlu memastikan kondisi fisik secara nyata—bukan berdasarkan laporan digital. Hal yang sama berlaku untuk tes kesehatan jiwa.
Tes seperti MMPI harus dikerjakan di bawah pengawasan langsung. Tujuannya sederhana: memastikan keaslian hasil. Tidak ada bantuan pihak lain, tidak ada manipulasi.
Baca Juga: Baru Beli Tramadol dan Eximer dari Tanah Abang, Dua Pria di Tangerang Ditangkap Polisi
Jadi, apa yang bisa dilakukan secara online?
Sebatas pendaftaran. Banyak rumah sakit dan Puskesmas kini menyediakan sistem antrean digital. Pelamar bisa mengambil nomor lebih dulu, lalu datang sesuai jadwal.
Di balik semua ini, ada satu tujuan utama: memastikan kandidat benar-benar siap menjalani tuntutan pekerjaan.
Perusahaan dan instansi negara tidak hanya mencari orang yang kompeten, tetapi juga stabil secara fisik dan mental. Terutama untuk posisi dengan tekanan tinggi, aspek ini menjadi penentu. Karena itu, prosesnya dibuat berlapis dan tidak bisa dipalsukan.
