POSKOTA.CO.ID - Persib Bandung kembali menunjukkan karakter sebagai kandidat kuat juara setelah menundukkan Bali United dengan skor 3-2 dalam lanjutan Liga 1 Indonesia. Pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu malam, tak hanya menghadirkan drama, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah tim menjaga fokus di tengah tekanan.
Sejak peluit awal, Persib tampak bermain dengan tempo yang terukur. Mereka tidak terburu-buru, tetapi tetap efektif dalam membangun serangan. Dua gol lebih dulu menjadi bukti bagaimana tim asuhan Bojan Hodak mampu membaca celah pertahanan lawan. Namun, sepak bola jarang berjalan lurus.
Petaka datang di pertengahan babak kedua saat Patricio Matricardi harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat kartu kuning kedua. Situasi berubah drastis. Bali United mendapat momentum, sementara Persib dipaksa bertahan dengan sepuluh pemain.
Dalam kondisi seperti ini, yang dibutuhkan bukan hanya taktik, tapi juga ketenangan.
Baca Juga: Link Live Streaming Persib Bandung vs Bali United di BRI Super League, Kick-Off 19.00 WIB
Alur Laga: Dari Dominasi ke Tekanan
Gol pembuka Persib lahir dari Ramon Tanque yang memanfaatkan peluang di depan gawang. Tak lama berselang, Luciano Guaycochea menggandakan keunggulan melalui skema serangan rapi yang sulit dibendung.
Hingga menit ke-55, laga tampak berada dalam kendali tuan rumah.
Namun, kartu merah mengubah semuanya.
Bali United mulai bermain lebih agresif. Tekanan demi tekanan dilancarkan hingga akhirnya berbuah gol dari Teppei Yachida di menit ke-81. Stadion sempat hening. Skor menipis, dan waktu masih tersisa.
Di titik inilah mental Persib diuji.
Alih-alih bertahan total, mereka justru menemukan momen untuk menyerang balik. Sundulan Federico Barba di menit ke-87 menjadi pembeda gol yang bukan hanya menambah angka, tetapi juga mematahkan momentum lawan.
