Pemprov DKI Siapakan LPDP Jakarta, Prioritaskan Anak Betawi Kuliah ke Luar Negeri

Sabtu 11 Apr 2026, 21:18 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 April 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Gubernur Jakarta Pramono Anung di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 April 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta berencana menghadirkan program beasiswa ke luar negri lewat program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Jakarta.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan, program itu difokuskan memberikan kesempatan kepada anak-anak Betawi berprestasi agar dapat melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.

"LPDP Jakarta ini salah satunya tentunya saya ingin sebagai nanti untuk diberikan kepada anak-anak Betawi yang berprestasi untuk bisa sekolah setinggi mungkin," kata Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 April 2026.

Pramono menyebutkan, cakupan program tersebut lebih luas daripada bantuan pendidikan milik Pemprov Jakarta, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Programm yang telah dijalankan terbatas pada jenjang sarjana, magister, dan doktoral dalam negeri.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Tetapkan 16 Objek Cagar Budaya Baru pada 2025, Total Kini 322

"Tetapi untuk keluar negeri memang harus khusus LPDP yang akan diatur oleh pemerintah DKI Jakarta bekerja sama dengan LPDP Pementerian Keuangan Pemerintah Pusat," ujarnya.

Namun, LPDP Jakarta tidak bisa dijalankan pemerintah daerah, tetapi harus dibantu pemerintah pusat. Mekanisme pelaksanaan program tersebut pun sedang dibahas.

Dalam tahap awal, program itu akan mengirimkan sekitar 100 mahasiswa. Penerima bantuan asal Betawi dan warga Jakarta akan dikhususkan sebagai bentuk afirmasi pendidikan.

"Kenapa itu kami berikan? Karena bagaimanapun sebagai kota dan undang-undang sedang mengatur, tentunya kita juga harus memberikan kesempatan untuk anak-anak Betawi bisa sekolah di luar," ucapnya.

Baca Juga: Atasi Masalah Sampah, Pemprov Jakarta Usulkan Tiga PLTSa Baru yang Mampu Olah Ribuan Ton Sampah per Hari

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Kaum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi Fauzi Bowo alias Foke mengingatkan generasi muda Betawi tetap mengedepankan daya saing dan tidak bergantung pada perlakuan khusus semata.

"Tapi sebagai Ketua Majelis kaum Betawi dan Ketua Dewan Adatnya saya mengatakan, Betawi mesti kompetitif di mana saja. Jangan dijadikan anak emas. Kalau nggak bisa kompetitif, jangan jadi orang. Apalagi mau jadi tuan di kampungnya sendiri," tuturnya.

Ia menegaskan, masyarakat Betawi tidak boleh hanya mengandalkan keistimewaan sebagai penduduk asli, melainkan harus mampu bersaing secara kualitas di tengah ketatnya persaingan global, khususnya di Jakarta.

"Kalau nggak kompetitif orang lain pada ngomel. Iya kan? Andai kata Betawi nilainya 6, nggak cukup. Mesti 11 nilainya Baru cukup buat bisa kompetitif di Jakarta," pungkasnya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update