"Tapi sebagai Ketua Majelis kaum Betawi dan Ketua Dewan Adatnya saya mengatakan, Betawi mesti kompetitif di mana saja. Jangan dijadikan anak emas. Kalau nggak bisa kompetitif, jangan jadi orang. Apalagi mau jadi tuan di kampungnya sendiri," tuturnya.
Ia menegaskan, masyarakat Betawi tidak boleh hanya mengandalkan keistimewaan sebagai penduduk asli, melainkan harus mampu bersaing secara kualitas di tengah ketatnya persaingan global, khususnya di Jakarta.
"Kalau nggak kompetitif orang lain pada ngomel. Iya kan? Andai kata Betawi nilainya 6, nggak cukup. Mesti 11 nilainya Baru cukup buat bisa kompetitif di Jakarta," pungkasnya. (cr-4)
