PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Ruas jalan Cimoyan di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, yang baru selesai dibangun melalui program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera) akhir tahun 2025 lalu, kini sudah rusak lagi.
Diketahui, kerusakan jalan Cimoyan yang baru selesai dibangun tersebut pada bagian bangunan brojong yang menjadi bahu jalan dan Temboko Penahan Tanah (TPT).
Bagian bangunan itu ambles, sehingga membuat kondisi badan jalan mengkhawatirkan.
Sebelumnya, jalan tersebut dibangun dengan menelan anggaran sebesar Rp.9,3 miliar yang bersumber dari APBD Banten tahun anggaran 2025.
Baca Juga: 2 Terluka Disabet Samurai, 7 Pelajar Diamankan dan Satu Ditahan
Pekerjaan pembangunan jalan Cimoyan tersebut dikwrjakan oleh CV. Masa Agung Jaya, dengan target waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender.
Salah seorang pemuda asal Kecamatan Patia, Entis Sumantri menyayangkan atas kondisi jalan yang dibangun melalui program Bang Andra, yang kini mengalami kerusakan.
Ia menilai, kualitas bangunan tersebut diragukan, lantaran belum lama selesai dibangun, sudah ada yang mengalami kerusakan.
"Bahkan kami kecewa, kenapa? Karena jalan yang belum lama selesai dibangun, tapi kini sudah rusak lagi. Artinya kualitas bangunan diragukan," ungkapnya, Sabtu 11 April 2026.
Baca Juga: Viral Sumpah Injak Al-Quran, 2 Perempuan Diamankan Polres Lebak
Ia berharap, Pemprov Banten atau Dinas PUPR Banten, bertanggungjawab atas kondisi jalam Cimoyan saat ini. Selain itu, harus ada evaluasi terhadap pelaksana proyeknya.
"Kami harap ada evaluasi, pihak terkait harus tanggungjawab dan secepatnya bronjong pada bahu jalan ini diperbaiki lagi," pintanya.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan mengaku, bangunan jalannya aman, yang amblas penanganan sungainya.
"Kami akan desain penanganan permanennya," ucapnya melalui pesan WhatsApp kemarin.
Baca Juga: Dua Wanita Diamankan Polisi usai Video Injak Alquran Viral
Saat ditanya bagaimana pada perencanaan awalnya, sehingga bronjong pada jalan itu kekuatannya tidak tahan lama. Arlan mengaku, waktu permintaan dari Kepala Desa untuk dipasang bronjong, karena ada Mushola yang beresiko longsor akibat gerusan aliran sungai.
"Kebetulan lokasinya berada di jalur pembangunan jalan, sehingga sekalian ditangani oleh kontraktor," imbuhnya.
Saat ditanya lagi kapan jalan itu akan diperbaiki lagi. Arlan mengaku pada Bulan 6 tahun 2026 ini.
"Masih masa pemeliharaan dan kontraktor sudah komit akan melaksanakan perbaikan dalam waktu dekat," ujarnya. (fat)