Ilustrasi Obrolan Warteg. (Sumber: Poskota/Arief Setiadi)

Nah Ini Dia

Obrolan Warteg: Mantap, BBM Bersubsidi Tidak Naik Nonsubsidi Lagi Dikaji

Selasa 07 Apr 2026, 11:21 WIB

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID  – Pemerintah telah memastikan bahwa harga BBM bersubsidi ( pertalite dan biosolar) tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 ini guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Lantas bagaimana dengan BBM nonsubsidi? Jawabnya, pemerintah masih mengkaji kemungkinan atas kenaikan harga BBM nonsubsidi. Hasil kajian nantinya akan disampaikan ke publik, jika prosesnya telah rampung.

“Mantap. Sudah ketok palu, harga pertalite dan biosolar tidak akan naik sepanjang tahun ini,” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Terima kasih pemerintah yang tetap peduli kepada rakyat kecil dengan tidak mengurangi subsidi BBM,” tambah Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Masjid Tempat Singgah Para Pemudik

“Apa jadinya jika harga BBM subsidi naik, efek domino akan terjadi. Harga barang dan jasa akan naik, ongkos angkutan jadi naik, belum lagi harga sembako,” urai mas Bro.

“Naik nggak apa, kalau penghasilan kita juga ikut naik setara dengan dua kali lipat dari kenaikan harga BBM,” kata Heri.

“Kok berharap kenaikan penghasilan dua kali lipat, apa alasannya,” tanya Yudi.

“Loh, kalau kenaikan penghasilan setara dengan kenaikan harga BBM, tidak akan mampu mengkover beragam kenaikan yang terjadi, akhirnya daya beli masyarakat melemah,” urai Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Car Free Night di Malam Takbiran

“Sudah kembali ke topik awal, sudah dipastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik sehingga tidak akan ada efek domino, itu yang patut kita syukuri,” ujar mas Bro.

“Tapi, bagaimana Bro, kalau harga BBM nonsubsidi yang naik, berdampak nggak?,” tanya Yudi lagi.

“Apa pun bentuk kenaikan harga pasti akan berdampak. Sekalipun nonsubsidi tentu akan berdampak, utamanya bagi para konsumennya akan merogoh kocek lebih dalam lagi,” jawab mas Bro.

“Tapi pengguna BBM nonsubsidi itu umumnya kantongnya tebal, jadi tak perlu merogoh lebih dalam lagi,” kata Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Tak Ada Lagi Ruang Negosiasi

“Itu yang RON tinggi, 95 dan 98 dan seterusnya penggunanya kalangan atas. Kalau pertamax RON 92, penggunanya sudah mayoritas, terlebih mobil produksi sekarang dianjurkan menggunakan RON di atas 90,” jelas Heri.

“Itulah yang sedang dikaji oleh pemerintah mengenai kenaikan harga BBM nonsubsidi, imbasnya bagi perekonomian bagaimana, dampak inflasinya dan sebagainya. Yang namanya kenaikan BBM akan berdampak ke mana – mana,” urai mas Bro.

“Kalau begitu beralih ke jenis kendaraan listrik saja. Sekarang sudah banyak masyarakat menggunakan sepeda motor listrik, mobil listrik. Selain hemat BBM, juga hemat pengeluaran. Harga mobil listrik dengan kelengkapan fitur di dalamnya, juga mulai bersaing dengan mobil BBM,” kata Yudi.

“Promosi mobil listrik nih?,” sindir Heri.

“Bukan promosi, bukankah kita sering dianjurkan untuk beralih ke kendaraan listrik?,” balik Yudi bertanya.

Tags:
hemat BBMmobil listrik BBM nonsubsidibiosolarpertaliteharga BBM bersubsidi

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor