POSKOTA.CO.ID - Jagat media sosial kembali diramaikan dengan beredarnya video yang memperlihatkan ribuan motor listrik berlogo MBG dan BGN tersimpan di dalam sebuah gudang. Video tersebut dengan cepat menarik perhatian publik dan memicu berbagai spekulasi.
Narasi yang menyertai video itu menyebutkan jumlah motor listrik mencapai 70 ribu unit khusus untuk wilayah Jawa Barat.
Angka tersebut sontak menimbulkan pertanyaan dari masyarakat, terutama terkait penggunaan anggaran dan transparansi proyek pemerintah.
Beragam reaksi pun bermunculan. Sebagian warganet mempertanyakan urgensi pengadaan, sementara lainnya menyoroti potensi pemborosan jika jumlahnya benar sebesar yang diklaim.
Baca Juga: Polri Tangkap Buronan Narkoba ‘The Doctor’ di Malaysia, Terancam Hukuman Mati
BGN Beri Klarifikasi Soal Motor Listrik MBG

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya benar.
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan dalam jumpa pers pada, 7 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik MBG tersebut merupakan bagian dari program resmi pemerintah yang telah direncanakan sebelumnya, bukan proyek dadakan seperti yang ramai dibicarakan.
Baca Juga: Apa Itu El Nino Godzilla? Ini Prediksi Terjadi dan Dampaknya bagi Indonesia
Belum Didistribusikan, Masih Tahap Administrasi
Dadan juga memastikan bahwa ribuan motor listrik tersebut belum didistribusikan ke lapangan. Saat ini, seluruh unit masih berada dalam tahap penyelesaian administrasi sebelum digunakan.
“Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” jelasnya.
Proses pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN) menjadi tahapan penting sebelum aset pemerintah dapat digunakan secara resmi di berbagai daerah.
Bantah Angka 70 Ribu Unit
Salah satu poin yang paling disorot adalah jumlah motor listrik yang disebut mencapai 70 ribu unit. Dadan dengan tegas membantah angka tersebut. “Informasi 70 ribu unit itu tidak benar,” tegasnya.
Menurutnya, angka yang beredar di media sosial jauh dari data resmi yang dimiliki pemerintah.
Baca Juga: Jusuf Kalla Resmi Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim, Terkait Dugaan Fitnah dan Hoaks
Jumlah Sebenarnya dan Peruntukannya
Berdasarkan data resmi, jumlah motor listrik yang direalisasikan tidak sebesar yang diklaim dalam narasi viral. “Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan di tahun 2025,” sambung Dadan.
Motor listrik tersebut nantinya akan digunakan untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami informasi secara utuh dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terverifikasi.