Obrolan Warteg: Mengarungi Derasnya Ombak Kehidupan, edisi Senin, 6 April 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Nah Ini Dia

Obrolan Warteg: Mengarungi Derasnya Ombak Kehidupan

Senin 06 Apr 2026, 05:30 WIB

Oleh: Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID - Indonesia memiliki lebih dari 17.500 pulau dan 38 provinsi dengan populasi lebih 280 juta jiwa.Sebagian besar, lebih 70 persen  wilayah negeri kita terdiri dari lautan menjadikan sektor perikanan sebagai sumber daya vital bagi kehidupan rakyatnya.

“Bicara negara kepulauan dan laut, tak lepas dari kehidupan nelayan, terutama nelayan pesisir,” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Nelayan kita itu hebat-hebat dan tangguh menerjang ombak lautan, tak terkecuali mengarungi derasnya ombak kehidupan,” tambah Yudi.

“Menjadi pejuang tangguh di lautan agar tetap survive bagi keluarganya di daratan,” ujar Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Bagaikan Senam Poco-Poco

“Tumben kalian bicara soal laut dan nelayan,” celetuk mas Bro.

“Kan, hari ini 7 April diperingati sebagai Hari Nelayan Nasional, sebagai bentuk penghargaan kepada nelayan kita yang tangguh, kontribusinya sangat vital dalam menyediakan pangan penuh protein, pangan sehat bagi penduduk Indonesia,” jelas Heri.

“Ikan yang sedang kita santap di warteg ini, dari mana asalnya, alau bukan hasil tangkapan para nelayan,” kataYudi.

“Memiliki peran strategis bagi ketahanan pangan laut, tapi nelayan kita hidupnya masih penuh dengan tantangan dan kesulitan,”  kata Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Semoga Becak Listrik Bawa Berkah

“Bicara nelayan, jadi ingat nelayan asal Indramayu, Jabar yang dielu-elukan publik Korsel karena aksi heroiknya menyelamatkan tujuh lansia dari kebakaran  hutan di Korsel,” uai mas Bro.

“Itu bentuk penghargaan publik karena aksi peduli sosial yang patut diteladani. Rela berkorban demi menyelamatkan nyawa orang lain. Itu mengharumkan, tak hanya bagi nelayan juga bangsa Indonesia,”  kata Heri.

“Menjadi nelayan di Korsel hidupnya sepertinya tak sesulit di negeri sendiri,” kata Yudi.

“Maksudnya penghasilannya lebih besar?,” tanya Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Penyeimbang Kekuasaan

“Boleh jadi begitu. Informasi spesifik berapa gaji nelayan Indonesia seperti Sugianto, di sana kita tidak tahu. Tetapi pada  nelayan pekerja migran di sektor perikanan di Korsel umumnya sudah di atas dua digit  gaji per bulannya,” jelas mas Bro.

“Maksudnya sudah di atas sepuluh juta jika dikonversikan dengan rupiah.Bisa belasan, bisa pula di atas 20 jutaan,” urai Heri.

“Wah besar ya, setara gaji manajer sebuah BUMN,” kata Yudi.

“Ini bukan soal besar dan kecilnya,tapi bentuk penghargaan atas profesi nelayan,” jelas mas Bro.

“Lantas bagaimana dengan penghasilan nelayan kita?,” tanya Yudi.

“Masih memerlukan perbaikan. Tak hanya soal kesejahteraannya, juga alat  kerjanya, infrastrukturnya dan perlindungan kerjanya yang penuh dengan risiko,” kata Heri mengakhiri obrolan warteg hari ini.

Tags:
Hari Nelayan Nasionalnelayanobrolan warteg

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor