“Iya juga juga. Percuma kantor penuh, tetapi produktivitas rendah. Sudah boros energi karena AC dan lampu semua ruangan menyala, tetapi tak sebanding lurus dengan produktivitas,” ujar Yudi.
“WFH tak hanya hemat energi seperti listrik, BBM dan air, juga energi diri untuk berangkat dan pulang kerja, terlebih jika terjebak kemacetan lalu lintas, hingga kantor energi tinggal separuhnya,” urai mas Bro.
“Meski begitu, WFO harus, selain membangun soliditas dan sinergitas, utamanya ketika mengambil keputusan urgen yang memerlukan kehadiran langsung,” kata Heri.
“Lantas bagaimana dengan sektor swasta, apakah wajib WFH setiap hari Jumat sebagai upaya hemat energi?,” tanya Yudi.
“Bagi sektor swasta, kebijakan WFH ini bersifat imbauan, meski tak sedikit perusahaan sudah menerapkan WFH pada sektor tertentu, untuk menekan cost produksi di tengah ketidakpastian ekonomi global,” urai mas Bro.
“Jadi WFH itu bagian dari upaya efisiensi,” ujar Heri. (Joko Lestari)
