Penguatan tata kelola keuangan juga diwujudkan melalui penataan sistem pembayaran gaji dan tunjangan kinerja. Mekanisme ini kini diarahkan menjadi lebih terpusat melalui Biro Keuangan.
Kebijakan tersebut diyakini mampu meningkatkan efisiensi, memperbaiki ketertiban administrasi, serta memastikan akurasi dalam pengelolaan anggaran. Selain itu, sistem terpusat juga meminimalkan potensi kesalahan dalam proses pembayaran.
Baca Juga: Haji 2026 Siap Berangkat, Persiapan Hampir Rampung dan Jadwal Dipastikan Tepat Waktu
Dorongan Budaya Kerja Profesional dan Berintegritas
Selain aspek sistem, Kemenhaj juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui pemberian apresiasi kepada aparatur berprestasi sebagai bentuk motivasi dalam membangun budaya kerja yang profesional dan berintegritas.
Teguh menekankan bahwa masa transisi kelembagaan merupakan fase krusial yang membutuhkan sinergi dari seluruh jajaran. Komitmen bersama menjadi kunci utama dalam memastikan setiap proses berjalan sesuai rencana.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, Kemenhaj optimistis mampu menghadirkan tata kelola keuangan yang semakin baik, sekaligus mendukung pelayanan penyelenggaraan ibadah haji yang optimal di masa mendatang.
