“Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya unggul secara akademik. Mereka harus memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri mulai dari komunikasi, literasi digital, kepemimpinan, hingga pengalaman magang,” jelas Kholis
Selain itu, kata Kholis, masa tunggu kerja juga semakin singkat. Sebanyak 44,51 persen lulusan tahun 2025 berhasil mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus.
Sementara itu, jumlah lulusan yang menunggu 6-18 bulan turun signifikan dari 19,73 persen pada 2023 menjadi 5,34 persen pada 2025. Bahkan, yang menunggu lebih dari 18 bulan kini hanya 0,39 persen.
Menurut Kholis, berbagai program yang dijalankan Pusat Karir menjadi faktor penting dalam mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Sehingga dengan tren yang terus menguat ini, UIN Jakarta kian menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang mampu mencetak lulusan kompetitif, adaptif, dan siap kerja, bahkan sebelum menuntaskan masa studi mereka.
“Tujuan kami jelas, mahasiswa tidak hanya lulus membawa ijazah, tetapi juga pengalaman dan kepercayaan diri untuk langsung bersaing di dunia kerja,” beber Kholis.
