Sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mencapai target net zero emission pada 2050, TransJakarta juga terus melakukan elektrifikasi armada.
Hingga 2025, jumlah bus listrik telah mencapai 470 unit dan ditargetkan seluruh armada beralih menjadi bus listrik pada 2030. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan transportasi publik yang ramah lingkungan sekaligus berkelanjutan. Dengan dukungan anggaran sekitar Rp4,87 triliun pada 2026 dari Pemprov DKI Jakarta serta dukungan kebijakan dari DPRD, TransJakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan kuat dari Pak Gubernur, jajaran Pemprov, serta DPRD DKI Jakarta yang konsisten mendukung transformasi layanan ini,” ujar Welfizon.
Welfizon mengakui bahwa perjalanan TransJakarta masih memiliki tantangan dan kekurangan yang perlu diperbaiki. Namun, ia memastikan bahwa pihaknya akan terus berbenah demi meningkatkan kepercayaan publik.
“Kami menyadari masih terdapat berbagai kekurangan, dan untuk itu kami mohon maaf serta akan terus melakukan perbaikan. Ke depan, TransJakarta akan terus melangkah lebih jauh, memperluas jangkauan, memperkuat layanan, dan memastikan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jakarta,” kata dia. (cr-4)
