Kapan Puasa Syawal 2026? Ini Jadwal, Niat, dan Keutamaan Pahalanya

Rabu 25 Mar 2026, 12:40 WIB
Ilustrasi. Cek jadwal puasa Syawal 2026, kapan dimulai dan berakhir. (Sumber: Pinterest/Flukpnt)

Ilustrasi. Cek jadwal puasa Syawal 2026, kapan dimulai dan berakhir. (Sumber: Pinterest/Flukpnt)

POSKOTA.CO.ID - Suasana hangat Lebaran 2026 masih terasa di berbagai sudut kehidupan. Momen saling bermaafan, berkumpul bersama keluarga, hingga menjaga silaturahmi masih terus berlangsung meski hari raya telah berlalu.

Di tengah nuansa kebahagiaan tersebut, umat Islam juga diingatkan untuk tidak berhenti dalam beribadah. Ramadhan memang telah usai, namun semangat untuk mendekatkan diri kepada Allah seharusnya tetap terjaga dan berlanjut.

Salah satu amalan yang dianjurkan setelah Ramadhan adalah puasa sunnah di bulan Syawal. Ibadah ini sering kali menjadi pelengkap yang menyempurnakan amalan selama bulan puasa sebelumnya.

Menariknya, puasa Syawal tidak hanya bernilai sunnah biasa. Di balik pelaksanaannya yang relatif ringan, tersimpan keutamaan besar yang sayang untuk dilewatkan, terutama bagi mereka yang ingin meraih pahala berlipat ganda.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Syawal dan Tata Cara Lengkapya

Jadwal dan Batas Waktu Puasa Syawal 2026

Berdasarkan hasil sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Karena umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa pada hari raya Idul Fitri, maka puasa Syawal dapat mulai dilaksanakan sejak keesokan harinya, yaitu Minggu, 22 Maret 2026.

Lalu kapan batas akhirnya? Puasa Syawal memiliki waktu pelaksanaan yang cukup panjang dan fleksibel. Berdasarkan kalender Hijriah dari Kementerian Agama, bulan Syawal tahun ini diperkirakan berakhir pada Sabtu, 18 April 2026. Artinya, umat Islam memiliki waktu hampir satu bulan penuh untuk menunaikan puasa enam hari tersebut.

Aturan Pelaksanaan Puasa Syawal

Dalam pelaksanaannya, puasa Syawal dilakukan selama enam hari. Namun, kabar baiknya, ibadah ini tidak harus dilakukan secara berurutan.

Umat Islam diperbolehkan menjalankannya secara bertahap atau selang-seling sesuai dengan kondisi dan kesibukan masing-masing. Yang terpenting, jumlah hari yang dikerjakan tetap mencapai enam hari sebelum bulan Syawal berakhir.

Baca Juga: WFA ASN dan Pegawai Swasta Berlaku Sampai Kapan? Ini Tanggalnya

Bacaan Niat Puasa Syawal


Berita Terkait


News Update