DPR Tolak Rencana Sekolah Daring 2026 Demi Hemat BBM, Risiko Learning Loss dan Psikologis Siswa

Rabu 25 Mar 2026, 11:32 WIB
Ilustrasi. Komisi X DPR menegaskan sekolah daring bukan solusi tepat untuk efisiensi BBM. (Sumber: Pexels/Katerina Holmes)

Ilustrasi. Komisi X DPR menegaskan sekolah daring bukan solusi tepat untuk efisiensi BBM. (Sumber: Pexels/Katerina Holmes)

Ketergantungan terhadap gawai meningkat, sementara tekanan psikologis seperti stres juga ikut muncul. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu perkembangan siswa secara menyeluruh.

Pemerintah Pertimbangkan Efisiensi Energi

Di sisi lain, pemerintah mempertimbangkan kebijakan pembelajaran daring sebagai bagian dari strategi menghadapi tekanan global di sektor energi. Selain itu, skema kerja fleksibel seperti work from anywhere juga menjadi opsi untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

Meski demikian, Komisi X DPR RI menegaskan bahwa sektor pendidikan tidak boleh menjadi korban dari kebijakan efisiensi tersebut.

Baca Juga: Kasatgas PRR Dampingi Presiden Prabowo Rayakan Idulfitri Bersama Masyarakat di Aceh Tamiang

DPR Minta Solusi Alternatif Tanpa Korbankan Pendidikan

Esti meminta pemerintah mencari solusi lain yang lebih tepat dan tidak berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan. Ia mengusulkan beberapa langkah alternatif, seperti pengaturan transportasi siswa melalui sistem antar-jemput maupun optimalisasi angkutan umum.

“Kami menerima banyak aspirasi masyarakat, dan mayoritas menolak pembelajaran daring. Jangan sampai ini jadi kebijakan utama,” tegasnya.

Polemik ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan bukan hanya soal efisiensi jangka pendek, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa yang harus dijaga kualitasnya secara berkelanjutan.


Berita Terkait


News Update