Taman Literasi di Blok M Jadi Magnet Gen Z Ngabuburit

Rabu 18 Mar 2026, 03:35 WIB
Pengunjung ngabuburit di Taman Literasi Marta Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

Pengunjung ngabuburit di Taman Literasi Marta Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Suasana ngabuburit alias menunggu waktu berbuka puasa, di kawasan Taman Literasi Marta Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan, tampak semarak selama bulan Ramadan 1447 hijriah/2026 masehi.

Ruang terbuka hijau ini menjadi salah satu pilihan favorit warga, khususnya kalangan Gen Z, untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat.

Pengunjung memanfaatkan fasilitas yang tersedia dengan beragam cara, mulai dari membaca buku di area perpustakaan, duduk santai sambil bermain ponsel, hingga berbincang dengan teman atau sesama pengunjung. Suasana yang nyaman dan terbuka membuat taman ini terasa hidup, namun tetap kondusif untuk beraktivitas ringan.

Selain sebagai ruang publik yang nyaman, keberadaan sejumlah tenant makanan di sekitar taman turut menjadi daya tarik tersendiri.

Baca Juga: Bolehkah Zakat Fitrah Dibayar Lebih? Ini Penjelasan Buya Yahya dan Aturannya

Sehingga pengunjung tidak perlu khawatir mencari hidangan berbuka karena berbagai pilihan takjil dan makanan tersedia di lokasi yang mudah dijangkau. Untuk harga makanan pun cukup terjangkau jika dibandingkan di dalam pusat perbelanjaan.

Di dalam kawasan taman, terdapat sebuah perpustakaan berukuran sekitar 3 x 10 meter dengan dinding kaca yang memberikan kesan modern dan terbuka.

Taman Literasi Marta Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan ramai pengunjung di sore hari untuk ngabuburit. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

Meski kapasitasnya terbatas, sore itu terlihat belasan pengunjung tengah membaca berbagai jenis buku, mulai dari tema pendidikan, sejarah, ekonomi, psikologi, hingga agama. Suasana di dalamnya hening, bak perpustakaan di kampus-kampus.

Kemudian koleksi buku yang tersedia juga cukup beragam, termasuk karya fiksi dari penulis dalam dan luar negeri. Hal ini membuat perpustakaan kecil tersebut tetap diminati sebagai tempat alternatif untuk membaca di ruang publik. Sehingga selain menjadi tempat rekreasi taman ini juga menjadi alternatif untuk menambah minat baca.

Baca Juga: Bolehkah Zakat Fitrah Diberikan kepada Saudara Kandung? Ini Hukum dan Penjelasannya

Salah satu pengunjung, Andita, 33 tahun mengaku sengaja datang lebih awal untuk menikmati suasana taman sambil menunggu waktu berbuka.

Menurutnya, lokasi taman yang strategis menjadi alasan utama ia memilih tempat tersebut untuk ngabuburit. Disamping itu dia juga sembari menunggu suaminya pulang kerja.

“Taman ini dekat dengan Stasiun MRT Blok M, jadi mudah dijangkau. Di sini juga banyak yang jual makanan, jadi pas adzan tinggal keluar untuk berbuka, enggak perlu repot,” ujar Andita kepada Pos Kota, Selasa, 17 Maret 2026.

Perempuan asal Depok itu juga menilai keberadaan taman baca seperti ini sangat penting untuk meningkatkan minat literasi masyarakat.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Adzan Subuh Wilayah DKI Jakarta Rabu 18 Maret 2026

Ia menyebut ruang publik yang terbuka membuat masyarakat lebih tertarik untuk membaca tanpa merasa tertekan seperti di perpustakaan formal.

Selain itu, menurutnya suasana santai di taman juga mendorong interaksi positif antarpengunjung sekaligus memperluas wawasan.

“Jika literasi ingin lebih baik, seharusnya tempat-tempat seperti ini diperbanyak. Sering sekali hoaks gampang menyebar karena masyarakat kurang literasi,” ucap Andita.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar menegaskan taman literasi merupakan ruang interaksi masyarakat yang harus dijaga baik keamanan maupun kenyamananya.

Baca Juga: Bolehkah Zakat Diberikan kepada Saudara Sendiri? Ini Penjelasan Buya Yahya

Pihaknya juga memastikan fasilitas penerangan berfungsi optimal serta meningkatkan pengamanan oleh petugas sesuai ketentuan. 

“Upaya ini juga sejalan dengan rencana Pramono Anung yang ingin mengembalikan kawasan Blok M sebagai pusat interaksi publik seperti masa lalu dengan dukungan perbaikan fasilitas dan transportasi," kata Anwar beberapa waktu lalu.

Selain itu, kata Anwar, pihaknya mengapresiasi pengelola Blok M Hub dan taman literasi yang dinilai sigap dalam menangani kasus dugaan pelecehan yang sempat terjadi.

Ke depan, pihaknya juga menyiapkan pengelolaan taman lain seperti Taman Bendera Pusaka serta mendorong peningkatan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia. (man)


Berita Terkait


News Update