Kualitas video yang baik akan terasa kurang maksimal jika audionya berantakan. Rekaman di tengah keramaian sering kali dipenuhi suara latar seperti klakson kendaraan atau percakapan orang sekitar.
Integrasi antara Galaxy S26 Ultra dan Galaxy Buds4 Pro menghadirkan solusi praktis untuk masalah tersebut. Earbuds ini dilengkapi teknologi Active Noise Cancellation (ANC) dan Adaptive EQ berbasis kecerdasan buatan.
Saat digunakan untuk mengedit video di tempat ramai, ANC membantu menciptakan ruang dengar yang lebih fokus sehingga pengguna dapat memeriksa kualitas audio rekaman dengan lebih jelas.
Jika terdapat suara yang mengganggu, pengguna bisa memanfaatkan fitur Audio Eraser dari Galaxy AI. Teknologi ini mampu mengidentifikasi serta menghilangkan suara latar tertentu secara otomatis, proses yang sebelumnya biasanya dilakukan melalui perangkat lunak editing di laptop.
MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Tipe Sultan, menjelaskan bahwa kualitas audio juga menjadi fokus utama perangkat ini.
“Galaxy Buds4 Pro menghadirkan Ultimate Hi-Fi Sound 24-bit sehingga audio terdengar lebih kaya dan jernih. Lantunan takbir dapat terdengar lebih powerful dan immersive,” ujarnya.
Sementara itu, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menegaskan bahwa inovasi kamera tetap menjadi fokus utama seri Galaxy.
“Kamera selalu menjadi alasan utama pengguna memilih Galaxy S Series. Pada Galaxy S26 Ultra kami meningkatkan hardware dan software kamera agar foto dan video tetap tajam serta terang di berbagai kondisi pencahayaan,” kata Ilham.
Baca Juga: iPhone 18 Pro Dirumorkan Pakai Chip A20 Pro 2nm, Seberapa Kencang Performa yang Ditawarkan?
Studio Konten Portabel dalam Satu Genggaman
Kombinasi teknologi kamera canggih, pemrosesan AI, serta integrasi audio membuat smartphone kini mampu berfungsi sebagai studio editing portabel. Pengguna tidak lagi harus menunggu sampai di rumah untuk memindahkan file ke laptop.
Dengan fitur editing langsung di perangkat, proses membuat konten menjadi jauh lebih cepat. Momen takbiran yang baru saja direkam bahkan bisa langsung dibagikan ke media sosial dalam hitungan menit.
Bagi kreator konten maupun pengguna biasa, kemudahan ini membuka peluang untuk menangkap momen Lebaran secara lebih spontan dan autentik.
