POSKOTA.CO.ID - Jalur arteri masih menjadi pilihan sebagian pemudik pada saat musim mudik Lebaran.
Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi, sekitar 52,98 persen pemudik diperkirakan menggunakan mobil pribadi. Dari jumlah tersebut, sekitar 66,40 persen atau sekitar 50,63 juta orang diprediksi melintasi jalan tol, sedangkan sisanya memilih melalui jalur arteri.
"Jadi kenapa pemudik masih ada memilih arteri, karena ini jadi alternatif untuk menghindari kepadatan kepadatan ekstrem saat Lebaran sering kali tak terhindarkan. Arterinya bisa lewat Jalur Pantura atau Jalur Pansela yang punya pemandangan indah,” ujar Djoko saat dihubungi Pos Kota, Minggu, 15 Maret 2026.
Di samping itu, kata Djoko, pada kondisi tertentu jalur arteri justru bisa menawarkan waktu tempuh yang lebih stabil.
Baca Juga: Berapa Biaya Tarif Tol Mudik Jakarta-Surabaya via Tol Trans Jawa ? Segini Rinciannya
Hal itu arena tidak terjebak antrean panjang kendaraan seperti yang kerap terjadi di jalan tol saat puncak arus mudik. Belum lagi tarif total selangit membuat pemudik harus merogoh kocek lebih dalam.
"Justru mas, pada saat tertentu jalur arteri itu menjanjikan waktu tempuh yang lebih terukur dan pastinya pemudik terhindar dari antrean panjang kendaraan di jalan tol," ucap Djoko
Kendati demikian, Djoko mengingatkan pemerintah daerah dan instansi terkait perlu memastikan kesiapan jalur tersebut sebelum masa mudik berlangsung.
Salah satu persoalan yang masih kerap muncul adalah keberadaan pasar tumpah yang dapat menghambat kelancaran arus kendaraan. Apalagi menjelang lebaran, kondisi pasar tumpah harus benar-benar diperhatikan.
Baca Juga: 7 Tips Hemat BBM saat Mudik Lebaran, Ternyata Ini Rahasianya!
"Kalau ada pasti pasar tumpah di musim mudik pula pasti ada kemacetan. Ini juga yang harus dipertimbangkan," ucap Djoko.
