Sama seperti arus mudik, arus balik juga diperkirakan terbagi menjadi dua gelombang.
Gelombang pertama diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026, saat sebagian masyarakat mulai kembali ke kota untuk beraktivitas.
Adapun gelombang kedua diperkirakan berlangsung pada 28 hingga 29 Maret 2026, yang berpotensi menjadi periode dengan volume kendaraan tertinggi menuju kota-kota besar.
Baca Juga: Prioritas Keselamatan Jamaah, Pemerintah Buka Kemungkinan Tunda Haji Akibat Konflik Timur Tengah
Masyarakat Diimbau Hindari Tanggal Padat
Dengan adanya prediksi tersebut, masyarakat disarankan untuk merencanakan perjalanan mudik dengan baik.
Menghindari tanggal-tanggal yang diperkirakan menjadi puncak arus mudik maupun arus balik dapat membantu mengurangi risiko kemacetan panjang di jalan.
Selain memilih waktu perjalanan yang tepat, pemudik juga diimbau memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima serta memantau informasi lalu lintas sebelum berangkat agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
