Dinkes Jakarta Ingatkan Warga Risiko Dehidrasi hingga Heatstroke saat Panas Terik

Sabtu 14 Mar 2026, 22:40 WIB
Seorang warga melindungi dirinya dari panas matahari dengan mengenakan jaket dan topi sinar matahari, Sabtu, 14 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Seorang warga melindungi dirinya dari panas matahari dengan mengenakan jaket dan topi sinar matahari, Sabtu, 14 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak cuaca panas terhadap kesehatan tubuh.

Kondisi suhu yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Kepala Dinkes Jakarta, Ani Ruspitawati menyampaikan, panas terik dapat memicu sejumlah masalah kesehatan, mulai dehidrasi hingga heatstroke.

"Secara umum kalau cuaca panas dari kesehatan, kekurangan cairan (dehidrasi) , kelelahan (heat exhaustion), hingga heatstroke," kata Ani kepada Poskota, Sabtu, 14 Maret 2026.

Baca Juga: Warga Keluhkan Panas Terik di Tengah Puasa, Antisipasi Pakai Sunscreen hingga Topi

Ani mengatakan, cuaca panas dapat menimbulkan gejala pusing, kram otot, gangguan pada sistem kardiovaskular, gangguan pernapasan, hingga iritasi pada kulit.

"Paparan dari cuaca panas yang tinggi bisa memicu pusing, kram otot, gangguan kardiovaskular, pernapasan, dan bisa juga terjadi iritasi kulit," ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami dampak kesehatan akibat cuaca panas ekstrem.

Kelompok tersebut antara lain pekerja lapangan yang banyak beraktivitas di luar ruangan, anak-anak, ibu hamil, serta lanjut usia (lansia).

Baca Juga: Awal Ramadhan 2026 Mulai Kapan? Gerhana Matahari Cincin Jadi Penentu Astronomis

"Kelompok rentan tentu pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, dan LANSIA risiko tertinggi mengalami dampak kesehatan akibat cuaca panas (ekstrem)," ucapnya.


Berita Terkait


News Update