JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memastikan kesiapan infrastruktur dan pasokan listrik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Perusahaan menyatakan kondisi kelistrikan di wilayah Jakarta Raya berada dalam keadaan aman dengan cadangan daya yang memadai.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Andy Adchaminoerdin, mengatakan cadangan daya atau reserve margin di wilayah Jakarta Raya mencapai 49,88 persen. Saat ini, daya mampu pasok tercatat sekitar 10,97 gigawatt (GW) dengan beban puncak sebesar 5,45 GW.
Menurut Andy, kondisi tersebut menunjukkan pasokan listrik di Jakarta masih dalam posisi surplus sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode mudik hingga perayaan Idul Fitri.
“Pasokan listrik untuk PLN Jakarta Raya masih dalam kondisi surplus. Kami akan terus fokus mengawal kebutuhan listrik masyarakat, khususnya saat arus mudik dan pelaksanaan Idul Fitri,” ujar Andy dalam kegiatan media briefing, Jumat, 14 Maret 2026.
Baca Juga: Jaga Pasokan Listrik Warga Bandung Barat, Petugas PLN Berjibaku di Tengah Cuaca Ekstrem
Ia menjelaskan, pasokan listrik tersebut disuplai melalui tujuh subsistem dengan dukungan 76 gardu induk serta jaringan transmisi interbus transformer (IBT) 500/150 kV. Saat ini PLN UID Jakarta Raya melayani sekitar 5,5 juta pelanggan dengan total daya mencapai 23 giga volt ampere (GVA).
PLN juga telah memetakan sejumlah lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama libur Lebaran, seperti kawasan transportasi dan pusat pemerintahan. Beberapa di antaranya Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Pelabuhan Tanjung Priok, hingga Bandara Halim Perdanakusuma.
Selain itu, PLN turut memastikan keandalan pasokan listrik di tempat ibadah yang akan digunakan untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri. Salah satunya Masjid Istiqlal yang direncanakan menjadi lokasi Salat Id Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Andy, sistem kelistrikan di Masjid Istiqlal didukung oleh empat sistem cadangan, termasuk Battery Energy Storage System (BESS). Secara keseluruhan, PLN juga telah mengidentifikasi 590 titik masjid yang akan mendapat dukungan pengamanan pasokan listrik.
Baca Juga: PLN Jaga Keandalan Listrik Jakarta Listrik Selama Ramadan dan Idul Fitri
“Khusus untuk Masjid Istiqlal, kami memastikan pasokan listrik tetap andal agar pelaksanaan Salat Idul Fitri dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Untuk mendukung keandalan sistem selama periode Lebaran 2026, PLN UID Jakarta Raya juga menyiagakan 2.148 personel, 17 posko siaga, tiga unit genset, serta 61 gardu bergerak.
Di sisi lain, PLN juga memperkuat layanan bagi pengguna kendaraan listrik dengan menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Saat ini terdapat 673 titik SPKLU milik PLN UID Jakarta Raya yang tersebar di 375 lokasi.
Andy menambahkan, saat Lebaran biasanya terjadi penurunan beban listrik hingga sekitar 2 GW dari rata-rata beban normal sebesar 5 GW karena banyak warga Jakarta yang mudik ke kampung halaman.
Baca Juga: 519 Masjid Siap Gelar Salat Idulfitri, PLN Pastikan Pasokan Listrik Andal untuk Perayaan Hari Raya
Meski demikian, kondisi tersebut justru menjadi perhatian khusus bagi PLN untuk tetap menjaga stabilitas sistem kelistrikan.
“Pada saat beban rendah justru kami harus lebih siaga, karena sistem biasanya terbiasa dengan beban tinggi,” ujarnya.
PLN juga mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman sebelum meninggalkan tempat tinggal.
Masyarakat diminta mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan serta menata kabel listrik dengan baik guna menghindari potensi bahaya, terutama mengingat masih adanya potensi hujan dan banjir pada bulan Maret.
“Jika ada peralatan listrik yang tidak digunakan sebaiknya dimatikan. Kabel yang berada di lantai atau kabel roll juga sebaiknya diangkat agar lebih aman,” kata Andy. (ruh)
