POSKOTA.CO.ID - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam Islam. Al-Qur’an menggambarkan malam ini sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Karena keutamaannya yang luar biasa, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk zikir dan doa, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah membaca doa memohon ampunan yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW kepada Aisyah RA. Doa ini dikenal sebagai doa utama yang dibaca ketika seorang Muslim berharap bertemu dengan malam Lailatul Qadar.
Berikut rangkuman zikir, doa, dan amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan malam penuh keberkahan tersebut.
Baca Juga: Contoh Khutbah Jumat Terbaru Akhir Ramadhan 2026: Renungan Singkat tentang Ampunan dan Keberkahan
Doa Utama yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar
Doa paling masyhur yang dianjurkan dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah doa memohon ampunan kepada Allah SWT. Doa ini diriwayatkan dalam hadis ketika Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah SAW tentang apa yang sebaiknya dibaca jika seseorang menemui malam tersebut.
Rasulullah SAW bersabda agar membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuḥibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Maha Mulia, Engkau menyukai maaf, maka maafkanlah aku.”
Doa ini mencerminkan inti dari ibadah pada malam Lailatul Qadar: memohon ampunan dan rahmat Allah. Banyak ulama menjelaskan bahwa malam ini adalah momentum terbaik bagi seorang hamba untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhannya.
1. Istighfar Tobat
اسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدِ الظَّالِمِينَ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا
Latin: Astaghfirullāhal 'aẓīm alladzī lā ilāha illā huwal ḥayyul qayyūm wa atūbu ilaih, taubata 'abdiẓ ẓālimīn lā yamliku linafsihī ḍarran wa lā naf'an wa lā mautan wa lā ḥayātan wa lā nusyūrā. (3 kali)
Artinya: "Hamba memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Mandiri. Hamba bertobat kepada-Nya, sebagai tobat seorang hamba yang banyak berbuat dosa, yang tidak memiliki daya untuk memberi mudarat maupun manfaat bagi dirinya sendiri, tidak pula memiliki kuasa atas kematian, kehidupan, maupun kebangkitan."
2. Istighfar Memohon Ampunan
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ عَظِيمٍ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لَنَا مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Latin: Astaghfirullāhal 'aẓīm min kulli dzanbin 'aẓīm lā yaghfiru dz-dzunūba illā anta, faghfir lanā maghfiratan min 'indika warḥamnā innaka antal ghafūrur raḥīm. (3 kali)
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dari setiap dosa besar. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Maka berikanlah kami ampunan dari sisi-Mu dan limpahkanlah rahmat kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
3. Istighfar Pendek
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Latin: Astaghfirullāhal 'aẓīm. (70 kali)
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."
4. Dzikir Tauhid
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيٌّ دَائِمٌ لَا يَمُوتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Lā ilāha illallāh waḥdahū lā syarīka lahū, lahul mulku wa lahul ḥamdu yuḥyī wa yumīt, wa huwa ḥayyund dā'imun lā yamūt, biyadihil khair, wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr. (11, 33, atau 200 kali)
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dia Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Di tangan-Nya segala kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
5. Tasbih dan Istighfar
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ
Latin: Subḥānallāhi wa biḥamdih, subḥānallāhil 'aẓīm, astaghfirullāh. (11, 33, 101, atau 200 kali)
Artinya: "Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Aku memohon ampun kepada Allah."
6. Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: Subḥānallāh wal ḥamdu lillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar. (3 kali)
Artinya: "Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
7. Doa Memohon Ampunan
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيمُ
Latin: Allāhumma innaka 'afuwwun karīm, tuḥibbul 'afwa fa'fu 'annā yā karīm. (33 kali)
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah kami."
8. Doa Memohon Ampunan dan Rahmat
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
Latin: Rabbighfir lī warḥamnī wa tub 'alayya. (7, 17, 70, atau 100 kali)
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah tobatku."
9. Sayyidul Istighfar
Selain doa dan istighfar, zikir pendek juga dianjurkan untuk dibaca berulang-ulang pada malam Lailatul Qadar. Bacaan ini ringan diucapkan, tetapi memiliki pahala besar.
Beberapa di antaranya:
Subḥānallāhi wa biḥamdihī, subḥānallāhil ‘aẓīm
- Subḥānallāh
- Alḥamdulillāh
- Lā ilāha illallāh
- Allāhu akbar
Zikir-zikir tersebut dapat dibaca setelah shalat malam, saat i’tikaf di masjid, atau bahkan ketika berdoa secara pribadi di rumah.
Membaca Ayat Kursi Setelah Shalat Malam
Selain zikir dan doa, membaca Ayat Kursi juga sangat dianjurkan. Ayat ini dikenal sebagai salah satu ayat paling agung dalam Al-Qur’an karena menggambarkan kekuasaan dan keagungan Allah.
Membacanya setelah shalat malam dipercaya dapat memberikan perlindungan dan ketenangan hati bagi seorang Muslim yang menghidupkan malam ibadah.
Baca Juga: Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadhan? Ini 3 Kabar Baik dari Syekh Ali Jaber yang Menenangkan Hati
Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
Para ulama sepakat bahwa waktu terbaik untuk mencari Lailatul Qadar adalah pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama malam-malam ganjil.
Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak:
- shalat malam (qiyamul lail)
- membaca Al-Qur’an
- berzikir dan berdoa
- memperbanyak istighfar
- bershalawat kepada Nabi
Sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW meningkatkan ibadah secara signifikan ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dengan memperbanyak zikir dan doa pada malam-malam tersebut, seorang Muslim berharap mendapatkan rahmat, ampunan, serta keberkahan dari malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Malam Lailatul Qadar adalah kesempatan luar biasa bagi umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah. Doa memohon ampunan yang diajarkan Rasulullah SAW menjadi zikir utama yang dianjurkan, disertai dengan istighfar, zikir tauhid, tasbih, tahmid, serta membaca Ayat Kursi.
Menghidupkan malam ini dengan ibadah bukan hanya tentang banyaknya amalan, tetapi juga tentang ketulusan hati dalam memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT.