Revitalisasi Pelabuhan Pulau Pari Diresmikan, Dorong Mobilitas Warga dan Ekonomi di Kepulauan Seribu

Jumat 13 Mar 2026, 19:42 WIB
Pelabuhan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jumat, 13 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Pelabuhan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jumat, 13 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan revitalisasi Pelabuhan Pulau Pari di Kepulauan Seribu pada Jumat, 13 Maret 2026. 

Pramono berharap, dengan peningkatan fasilitas pelabuhan tersebut, akses transportasi laut menuju Kepulauan Seribu menjadi lebih baik dan memperlancar aktivitas ekonomi di wilayah kepulauan.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada hari ini Jumat tanggal 13 Maret 2026 revitalisasi pelabuhan Pulau Pari saya nyatakan diresmikan," ujar Pramono. 

"Dengan akses transportasi laut yang lebih baik, mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi di Kepulauan Seribu diharapkan semakin lancar," sambungnya.

Baca Juga: Cegah Pencemaran Laut, Pramono Anung Resmikan Sistem Pengolahan Limbah Domestik di Pulau Pramuka

Pramono juga menyinggung masih adanya pembangunan pelabuhan lain, yakni di Pulau Pramuka yang hingga saat ini belum terselesaikan. 

"Saya sudah meminta kepada jajaran wali kota untuk memprioritaskan diselesaikan pada tahun ini dan tadi saya sudah bicara juga dengan Bapak Wakil Kepala Dinas Perhubungan, itu menjadi prioritas untuk segera diselesaikan," ungkap Pramono. 

Sebagai informasi, mengenai tarif retribusi transportasi laut dari Muara Angke menuju sejumlah pulau di Kepulauan Seribu, di antaranya:

Harga tiket tersebut sudah termasuk retribusi peron sebesar Rp2.000 dan asuransi Jasa Raharja sebesar Rp2.000.

Fasilitas Pelabuhan Pulau Pari

Pelabuhan Pulau Pari dibangun di atas lahan seluas sekitar 4.187 meter persegi dan menjadi salah satu fasilitas transportasi laut bagi warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pari.

Pembangunan dermaga pelabuhan dilakukan secara bertahap. Dermaga laut yang dibangun memiliki luas sekitar 480 meter persegi dan dilengkapi breakwater seluas 656 meter persegi yang berfungsi untuk meredam gelombang laut.

Selain itu, terdapat konstruksi sheet pile seluas 5.220 meter persegi serta kolam labuh seluas 17.723,31 meter persegi yang berfungsi sebagai area sandar kapal.

Baca Juga: Pramono Anung Pastikan Jakarta Masih Bebas Campak, Waspadai Kasus di Daerah Penyangga

Di kawasan pelabuhan juga dibangun gedung terminal pelabuhan dua lantai dengan luas sekitar 1.709 meter persegi. 

Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas pendukung seperti mushola seluas 174 meter persegi, kantin seluas 109,65 meter persegi, serta gedung SWRO seluas 138,75 meter persegi.

Fasilitas lain yang tersedia di area pelabuhan antara lain jalan dan rambu seluas 858 meter persegi, pagar samping seluas 69,08 meter persegi, serta pelebaran kolam labuh seluas 3.523 meter persegi untuk menunjang aktivitas kapal.

Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, pelabuhan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti toilet, coffee shop, instalasi SWRO, CCTV, AC, penerangan jalan umum (PJU), serta instalasi biofilter dan IPAL.

Baca Juga: Pramono Imbau Pengusaha Abaikan Ormas Peminta THR

Selain itu tersedia pula 35 unit kursi tunggu penumpang, meja dan kursi resepsionis, meja serta kursi di area kantin, hingga fasilitas kesehatan seperti tandu dan kursi roda, serta fasilitas ramah anak.

Pembangunan Dermaga Pelabuhan Pulau Pari dimulai pada 24 Juli 2023, kemudian dilanjutkan pembangunan Pelabuhan Pulau Pari pada 3 Maret 2025, dan secara keseluruhan rampung pada 17 November 2025.

Secara keseluruhan, pembangunan Pelabuhan Pulau Pari ditujukan untuk meningkatkan pelayanan transportasi laut sekaligus mendukung aktivitas masyarakat serta pengembangan sektor pariwisata di wilayah Kepulauan Seribu. (cr-4). 


Berita Terkait


News Update