Selain itu, terdapat konstruksi sheet pile seluas 5.220 meter persegi serta kolam labuh seluas 17.723,31 meter persegi yang berfungsi sebagai area sandar kapal.
Baca Juga: Pramono Anung Pastikan Jakarta Masih Bebas Campak, Waspadai Kasus di Daerah Penyangga
Di kawasan pelabuhan juga dibangun gedung terminal pelabuhan dua lantai dengan luas sekitar 1.709 meter persegi.
Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas pendukung seperti mushola seluas 174 meter persegi, kantin seluas 109,65 meter persegi, serta gedung SWRO seluas 138,75 meter persegi.
Fasilitas lain yang tersedia di area pelabuhan antara lain jalan dan rambu seluas 858 meter persegi, pagar samping seluas 69,08 meter persegi, serta pelebaran kolam labuh seluas 3.523 meter persegi untuk menunjang aktivitas kapal.
Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, pelabuhan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti toilet, coffee shop, instalasi SWRO, CCTV, AC, penerangan jalan umum (PJU), serta instalasi biofilter dan IPAL.
Baca Juga: Pramono Imbau Pengusaha Abaikan Ormas Peminta THR
Selain itu tersedia pula 35 unit kursi tunggu penumpang, meja dan kursi resepsionis, meja serta kursi di area kantin, hingga fasilitas kesehatan seperti tandu dan kursi roda, serta fasilitas ramah anak.
Pembangunan Dermaga Pelabuhan Pulau Pari dimulai pada 24 Juli 2023, kemudian dilanjutkan pembangunan Pelabuhan Pulau Pari pada 3 Maret 2025, dan secara keseluruhan rampung pada 17 November 2025.
Secara keseluruhan, pembangunan Pelabuhan Pulau Pari ditujukan untuk meningkatkan pelayanan transportasi laut sekaligus mendukung aktivitas masyarakat serta pengembangan sektor pariwisata di wilayah Kepulauan Seribu. (cr-4).
