Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG melemah pada sesi I, sementara beberapa saham mencatat lonjakan signifikan di tengah tekanan pasar. (Sumber: Pinterest)

EKONOMI

IHSG Anjlok ke 7.228, Sejumlah Saham Justru Melonjak hingga ARA

Jumat 13 Mar 2026, 13:27 WIB

POSKOTA.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan sesi I, Jumat, 13 Maret 2026. Tekanan jual yang terjadi di berbagai sektor membuat indeks acuan pasar modal Indonesia itu turun cukup dalam, meski di tengah kondisi tersebut sejumlah saham justru mencatatkan lonjakan harga signifikan.

Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi 133,17 poin atau 1,81 persen ke level 7.228,94 pada penutupan sesi pertama. Sepanjang sesi tersebut, indeks bergerak dalam rentang 7.188 hingga 7.350.

Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Sebanyak 16,72 miliar lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp7,4 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 942.558 kali transaksi.

Secara keseluruhan, tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang melemah. Tercatat 595 saham mengalami penurunan, sementara hanya 128 saham yang menguat dan 89 saham lainnya stagnan. Saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 bahkan turun lebih dalam hingga 1,89 persen.

“Pergerakan IHSG pada sesi pertama hari ini didominasi aksi jual yang terjadi di hampir seluruh sektor,” demikian tercermin dari data perdagangan BEI.

Baca Juga: Apa Itu Pajak TER? Ini Cara Kerja Potongan Pajak Bulanan, Batas Gaji yang Terkena, dan Contoh Hitungannya

Seluruh Sektor Terkoreksi, Transportasi Pimpin Pelemahan

Tekanan pada IHSG tercermin dari kinerja sektoral yang seluruhnya berada di zona merah. Sektor transportasi menjadi yang paling tertekan dengan penurunan mencapai 3,04 persen.

Pelemahan juga terjadi pada sektor perindustrian yang turun 2,98 persen, diikuti sektor barang konsumsi nonprimer sebesar 2,79 persen. Sementara itu, sektor infrastruktur melemah 2,75 persen dan sektor bahan baku terkoreksi 2,57 persen.

Sentimen pelemahan ini juga sejalan dengan pergerakan sejumlah bursa saham di kawasan Asia yang mayoritas bergerak negatif pada hari yang sama. Indeks Hang Seng Index melemah 0,48 persen, sementara Shanghai Composite Index turun 0,22 persen.

Di Jepang, Nikkei 225 tercatat anjlok hingga 1,4 persen. Sebaliknya, indeks Straits Times Index di Singapura masih mampu mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,07 persen.

6 Saham Top Gainers Melonjak hingga 24 Persen

Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham justru mencuri perhatian dengan lonjakan harga yang cukup tajam. Enam emiten berhasil masuk dalam daftar top gainers dengan kenaikan berkisar antara 13 persen hingga hampir 25 persen.

Saham yang mencatatkan kenaikan paling tinggi adalah milik PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. Harga saham perusahaan tersebut melonjak 24,86 persen ke level Rp2.260 dan menyentuh batas auto rejection atas (ARA).

Selain itu, saham PT Duta Pertiwi Tbk juga melesat 23,27 persen menjadi Rp4.820. Kenaikan signifikan juga terjadi pada saham PT Asia Pramulia Tbk yang naik 19,86 persen ke Rp169.

Sementara itu, saham PT Sekar Bumi Tbk menguat 19,85 persen ke posisi Rp815. Dua saham lain yang turut masuk daftar top gainers adalah PT Cipta Selera Murni Tbk yang naik 13,54 persen menjadi Rp109 serta PT DFI Retail Nusantara Tbk yang menguat 13,27 persen ke Rp444.

Baca Juga: Bank Jakarta Santuni 8.500 Anak Yatim dan Duafa, Tebar Berkah Ramadhan hingga Hadirkan Posko Mudik

3 Saham Terpukul hingga ARB

Sebaliknya, sejumlah saham mengalami tekanan jual yang cukup besar hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Tiga emiten memimpin daftar top losers pada perdagangan sesi pertama.

Saham PT Hotel Fitra International Tbk anjlok 14,75 persen ke level Rp370. Penurunan tajam juga dialami oleh PT Aracord Nusantara Group Tbk yang merosot 14,74 persen menjadi Rp1.475.

Sementara itu, saham PT Fast Food Indonesia Tbk turun 14,12 persen ke posisi Rp292.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG tengah berada dalam tekanan, peluang keuntungan masih muncul pada sejumlah saham tertentu yang mampu menarik minat investor.

Tags:
Bursa Efek Indonesiasaham ARAsaham top gainerspergerakan IHSGIHSG hari ini

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor