POSKOTA.CO.ID - Perubahan kepemimpinan di Iran kembali menarik perhatian dunia internasional. Terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran dinilai berpotensi membawa dampak besar terhadap dinamika politik global, terutama terkait konflik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Pergantian pemimpin tersebut terjadi setelah wafatnya Ali Khamenei yang selama ini memegang peran penting dalam arah kebijakan politik dan ideologi Republik Islam Iran.
Dengan munculnya pemimpin baru, berbagai pihak menilai akan ada kelanjutan sekaligus penyesuaian strategi Iran dalam menghadapi tekanan internasional.
Di Indonesia, perhatian terhadap perkembangan tersebut juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Berdasarkan keterangan dari laman resmi MUI, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menilai kepemimpinan Mojtaba Khamenei berpotensi memperkuat posisi Iran dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Mojtaba Khamenei resmi ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Iran oleh Majelis Khobregan Kepemimpinan Iran pada Senin waktu setempat. Putra dari almarhum Ali Khamenei tersebut memperoleh dukungan lebih dari 85 persen suara anggota majelis. Pemilihan itu mengacu pada Pasal 107 dan 108 Konstitusi Republik Islam Iran dengan masa jabatan selama delapan tahun.
Pergantian kepemimpinan ini dinilai akan melanjutkan arah ideologis Iran yang selama ini dikenal tegas dalam menghadapi tekanan dari negara-negara Barat.
MUI: Mojtaba Akan Lanjutkan Ideologi Perlawanan Iran
Melansir dari laman resmi MUI, dengan menanggapi terpilihnya Mojtaba Khamenei, Prof Sudarnoto menilai kepemimpinan baru ini akan meneruskan garis perjuangan yang selama ini dibangun oleh Ayatollah Ali Khamenei.
“Mojtaba bukan sekadar anak biologis Ayatollah Ali Khamenei, melainkan sekaligus anak ideologis yang akan selalu istiqamah mengusung ideologi perlawanan dan menghancurkan ketidakadilan serta kezaliman sebagaimana yang selama ini dilakukan oleh Amerika dan Israel,” ujarnya dalam keterangan yang diterima MUI Digital di Jakarta, Rabu 11 Maret 2026.
Menurutnya, karakter kepemimpinan Mojtaba berpotensi memperkuat posisi Iran dalam menghadapi tekanan dari Israel maupun Amerika Serikat.
Baca Juga: Pihak Swasta Beri Bantuan Ambulans, Kasatgas Tito: Bukti Ketahanan Nasional dan Kepedulian Sosial
