Contoh Khutbah Jumat Terbaru Akhir Ramadhan 2026: Renungan Singkat tentang Ampunan dan Keberkahan

Jumat 13 Mar 2026, 10:33 WIB
Suasana jamaah melaksanakan salat Jumat di penghujung Ramadan, momentum refleksi ibadah dan memperkuat ketakwaan menjelang Idulfitri. (Sumber: Wilkimedia Commons)

Suasana jamaah melaksanakan salat Jumat di penghujung Ramadan, momentum refleksi ibadah dan memperkuat ketakwaan menjelang Idulfitri. (Sumber: Wilkimedia Commons)

POSKOTA.CO.ID - Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026, umat Islam di seluruh dunia diajak untuk memanfaatkan sisa waktu yang ada dengan memperbanyak amal ibadah.

Penghujung Ramadan bukan sekadar penanda berakhirnya puasa, tetapi juga momentum refleksi diri, memperkuat keimanan, serta mempersiapkan diri menyambut hari kemenangan pada Idulfitri.

Melalui khutbah Jumat tentang akhir Ramadan, para khatib biasanya mengingatkan jamaah agar tidak menyia-nyiakan kesempatan terakhir di bulan penuh rahmat ini.

Pesan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan ibadah selama Ramadan, tetapi juga bagaimana menjaga semangat kebaikan setelah bulan suci berlalu.

Baca Juga: 8 Sahabat Nabi yang Jarang Diketahui, Kisah Perjuangannya Sangat Menginspirasi Umat Islam

Makna Penting Akhir Ramadan bagi Umat Islam

Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Ramadan memiliki tiga fase utama. Awal Ramadan dipenuhi rahmat, pertengahannya dipenuhi ampunan, dan akhirnya menjadi momentum pembebasan dari api neraka.

Karena itu, hari-hari terakhir Ramadan menjadi waktu yang sangat berharga. Setiap Muslim dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah seperti memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta memperbanyak istighfar.

Contoh Khutbah Pertama

Khutbah Jumat biasanya diawali dengan pujian kepada Allah SWT serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Innal hamda lillah, nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh, wa na’udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi’ati a’malina.”

Artinya, segala puji hanya bagi Allah SWT. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan memohon ampun kepada-Nya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan merupakan bekal terbaik bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Tidak terasa, bulan Ramadan yang penuh rahmat dan keberkahan hampir meninggalkan kita. Bulan yang di dalamnya terdapat berbagai kemuliaan—rahmat, ampunan, serta pembebasan dari api neraka—kini berada di penghujung waktunya.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Ramadan memiliki tiga fase utama: awalnya penuh rahmat, pertengahannya penuh ampunan, dan akhirnya merupakan pembebasan dari api neraka. Oleh karena itu, hari-hari terakhir Ramadan menjadi kesempatan terakhir bagi setiap Muslim untuk memperbanyak amal ibadah.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Di akhir Ramadan ini, ada beberapa hal penting yang patut kita renungkan bersama.

Pertama, melakukan muhasabah atau evaluasi diri.

Kita perlu bertanya kepada diri sendiri: apakah puasa yang kita jalani benar-benar meningkatkan ketakwaan? Apakah shalat kita menjadi lebih khusyuk? Apakah kita memperbanyak membaca Al-Qur’an dan berbagi kepada sesama melalui sedekah?

Kedua, memperbanyak istighfar dan doa.

Akhir Ramadan merupakan waktu yang sangat mulia untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Karena itu, memperbanyak istighfar menjadi jalan untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.

Ketiga, memohon agar dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya.

Tidak ada jaminan bahwa kita akan bertemu dengan Ramadan di tahun mendatang. Oleh karena itu, kita memohon kepada Allah agar diberi umur panjang, kesehatan, dan kesempatan untuk kembali merasakan keberkahan bulan suci.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Jika Ramadan telah berlalu, jangan sampai semangat ibadah kita ikut menghilang. Orang yang benar-benar mendapatkan keberkahan Ramadan adalah mereka yang tetap menjaga ketaatan kepada Allah meskipun bulan suci telah berakhir.

“Aqūlu qaulī hādzā wa astaghfirullāha lī wa lakum.”

Contoh Khutbah Kedua

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk menjalani Ramadan hingga penghujungnya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ingatlah bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah kehidupan yang kekal.

Ramadan telah mengajarkan banyak pelajaran berharga. Kita belajar menahan diri, bersabar dalam menghadapi ujian, memperbanyak ibadah, serta peduli terhadap sesama yang membutuhkan.

Karena itu, setelah Ramadan berlalu, janganlah kita kembali kepada kebiasaan buruk yang pernah kita tinggalkan. Jadikan bulan Ramadan sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Seorang Muslim yang berhasil menjalani Ramadan dengan baik akan terlihat dari perubahan sikap dan perilakunya setelah bulan suci berakhir. Ia menjadi lebih rajin beribadah, lebih dermawan, serta lebih menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita selama Ramadan, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang bertakwa.

Baca Juga: Bukan Cuman Kewajiban, Ini Makna Penyaluran Zakat Fitrah di Hari Raya Idul Fitri

Doa Penutup Khutbah

Allahumma ighfir lil muslimina wal muslimat, wal mu’minina wal mu’minat, al-ahya’i minhum wal amwat.

Artinya: Ya Allah, ampunilah seluruh kaum Muslimin dan Muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Semoga Allah menerima ibadah puasa, shalat, sedekah, dan seluruh amal kebaikan yang kita lakukan selama Ramadan. Aamiin.


Berita Terkait


News Update