Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan merupakan bekal terbaik bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Tidak terasa, bulan Ramadan yang penuh rahmat dan keberkahan hampir meninggalkan kita. Bulan yang di dalamnya terdapat berbagai kemuliaan—rahmat, ampunan, serta pembebasan dari api neraka—kini berada di penghujung waktunya.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Ramadan memiliki tiga fase utama: awalnya penuh rahmat, pertengahannya penuh ampunan, dan akhirnya merupakan pembebasan dari api neraka. Oleh karena itu, hari-hari terakhir Ramadan menjadi kesempatan terakhir bagi setiap Muslim untuk memperbanyak amal ibadah.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Di akhir Ramadan ini, ada beberapa hal penting yang patut kita renungkan bersama.
Pertama, melakukan muhasabah atau evaluasi diri.
Kita perlu bertanya kepada diri sendiri: apakah puasa yang kita jalani benar-benar meningkatkan ketakwaan? Apakah shalat kita menjadi lebih khusyuk? Apakah kita memperbanyak membaca Al-Qur’an dan berbagi kepada sesama melalui sedekah?
Kedua, memperbanyak istighfar dan doa.
Akhir Ramadan merupakan waktu yang sangat mulia untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Karena itu, memperbanyak istighfar menjadi jalan untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.
Ketiga, memohon agar dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya.
Tidak ada jaminan bahwa kita akan bertemu dengan Ramadan di tahun mendatang. Oleh karena itu, kita memohon kepada Allah agar diberi umur panjang, kesehatan, dan kesempatan untuk kembali merasakan keberkahan bulan suci.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
