Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: Amalan Utama Rasulullah SAW di 10 Hari Terakhir Ramadhan: I’tikaf, Qiyamul Lail hingga Sedekah
Hadis tersebut menunjukkan bahwa ibadah di malam ini menjadi peluang besar bagi seorang Muslim untuk memperoleh ampunan dari Allah SWT.
- Turunnya Malaikat Membawa Rahmat
Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi hingga terbit fajar. Malam tersebut dipenuhi dengan ketenangan, keberkahan, dan rahmat dari Allah SWT sehingga doa-doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Waktu Pelaksanaan Sholat Lailatul Qadar
Secara pasti, waktu terjadinya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas. Namun, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
Beberapa malam yang sering disebut berpotensi menjadi Lailatul Qadar adalah malam ganjil, yaitu tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.
Dari Maghrib hingga Subuh
Ibadah dapat dilakukan sepanjang malam, mulai dari setelah Maghrib hingga menjelang Subuh. Namun banyak ulama menyebut sepertiga malam terakhir sebagai waktu paling utama untuk memperbanyak doa dan ibadah.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Masjid untuk Itikaf Bulan Ramadhan di Jakarta
Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Beberapa riwayat menyebutkan tanda-tanda yang sering dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar, salah satunya adalah matahari yang terbit dengan cahaya lembut tanpa sinar yang menyilaukan.
Meski demikian, tanda tersebut tidak selalu terlihat. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk menghidupkan seluruh malam ganjil agar peluang mendapatkan Lailatul Qadar semakin besar.
Niat Sholat Lailatul Qadar
Sholat pada malam Lailatul Qadar termasuk dalam kategori sholat sunnah malam. Niatnya dilakukan di dalam hati sebagaimana sholat sunnah lainnya.
