POSKOTA.CO.ID - Permintaan tiket kereta api untuk mudik Lebaran 2026 terus melonjak tajam. PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan, hingga Kamis (12 Maret 2026) pukul 09.00 WIB, sudah 669.424 tiket kereta jarak jauh terjual dari total kapasitas 1.076.196 tempat duduk yang disediakan selama periode angkutan Lebaran.
Angka ini setara dengan tingkat okupansi sementara sekitar 62 persen, sehingga masih tersisa 406.772 kursi yang bisa dipesan masyarakat. Masa angkutan Lebaran tahun ini berlangsung dari 11 Maret hingga 1 April 2026, mencakup arus mudik dan arus balik Idul Fitri.
Periode Puncak Mudik Paling Laris

Data KAI menunjukkan periode 11-20 Maret 2026 sebagai masa dengan penjualan tiket tertinggi, mencapai 445.236 tiket terjual.
Beberapa tanggal mendekati penuh, khususnya pada 18–20 Maret, di mana sisa kursi rata-rata kurang dari 2.000 per hari.
Baca Juga: 7 Tips Hemat BBM saat Mudik Lebaran, Ternyata Ini Rahasianya!
Tanggal dengan penjualan tiket tertinggi hingga saat ini meliputi:
- 18 Maret: 49.105 tiket
- 19 Maret: 48.465 tiket
- 17 Maret: 47.556 tiket
- 16 Maret: 47.703 tiket
Tren ini mengindikasikan puncak arus mudik diprediksi jatuh pada akhir pekan menjelang Lebaran.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan bahwa untuk keberangkatan setelah puncak arus mudik (21 Maret–1 April 2026), KAI masih menyediakan sekitar 366.382 tempat duduk.
Antisipasi Lonjakan dengan Kereta Tambahan dan Kereta Favorit
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI mengoperasikan 68 kereta jarak jauh reguler setiap hari, ditambah kereta tambahan: 12 dari Stasiun Gambir, 7 dari Stasiun Pasar Senen, serta 4 perjalanan khusus program motor gratis.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran Lebaran 2026 di Jalan Thamrin–Sudirman
Kereta favorit penumpang dari Gambir antara lain Pandalungan, Argo Semeru, Gunungjati, Cakrabuana, Pangandaran, dan Batavia.
