DPD RI Soroti Ketergantungan Jakarta pada TPST Bantar Gebang, Minta Pengelolaan Sampah Dibenahi

Kamis 12 Mar 2026, 16:00 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. (Sumber: Istimewa)

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. (Sumber: Istimewa)

SENAYAN, POSKOTA.CO.ID - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari daerah pemilihan Jakarta, Fahira Idris, menilai peristiwa longsor di TPST Bantar Gebang menjadi pengingat pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah perkotaan secara menyeluruh.

Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan kota, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan serta keberlanjutan tata kelola lingkungan.

Fahira mengatakan, TPST Bantargebang selama puluhan tahun telah menanggung beban besar sebagai tempat pemrosesan akhir sebagian besar sampah dari Jakarta.

Setiap hari ribuan ton sampah dari ibu kota dikirim ke lokasi tersebut sehingga dalam jangka panjang terjadi akumulasi timbunan yang sangat besar dan berpotensi menimbulkan berbagai risiko.

Baca Juga: Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Resmi Dibuka, Ini Rincian Rute dan Tarifnya

“Bantar Gebang sejatinya merupakan hilir dari seluruh sistem pengelolaan sampah perkotaan. Ketika pengurangan dan pengolahan sampah di hulu tidak berjalan optimal, maka beban tersebut pada akhirnya akan menumpuk di tempat pemrosesan akhir,” ujar Fahira dalam keterangannya kepada Poskota, Kamis, 12 Maret 2026.

Fahira menekankan bahwa solusi paling berkelanjutan dalam pengelolaan sampah adalah memperkuat pengelolaan di hulu, terutama pada tingkat rumah tangga dan komunitas.

Pemilahan sampah sejak dari sumber, seperti memisahkan sampah organik, sampah daur ulang, dan residu, dinilai perlu menjadi kebiasaan yang dibangun secara sistematis agar proses pengolahan lebih efektif.

"Sebagai contoh, praktik pengelolaan sampah di Jepang yang mewajibkan warganya memilah sampah dalam berbagai kategori secara rinci sehingga sebagian besar sampah dapat didaur ulang atau diolah sebelum berakhir di tempat pembuangan akhir," kata Fahira.

Baca Juga: ASN Viral Tidur di Rumah Warga, Kepala Museum Bahari: Pernah Lupa Lokasi Kerja

Selain itu, Fahira juga mendorong percepatan penguatan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di tingkat komunitas agar pengolahan sampah dapat dilakukan lebih dekat dengan sumbernya.


Berita Terkait


News Update