Kegiatan Launching Indonesia Travel Fair 2026 serta Indonesia Wellness and Health Tourism Expo 2026, di Manhattan Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan. (Sumber: Dok. Indonesia Travel Fair)

JAKARTA RAYA

Konflik Timur Tengah Picu Perubahan Pola Wisata Global, Pelaku Industri Siapkan Strategi Baru

Kamis 12 Mar 2026, 13:31 WIB

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah dinilai mulai berdampak pada pola perjalanan wisata dunia.

Situasi geopolitik tersebut mendorong pelaku industri pariwisata untuk menyiapkan berbagai strategi adaptasi, termasuk memperkuat promosi destinasi dan memperluas kolaborasi industri.

“Dinamika geopolitik global, termasuk potensi dampak dari krisis di kawasan Teluk, diperkirakan dapat memengaruhi pola perjalanan wisata dunia, mulai dari perubahan rute penerbangan, preferensi destinasi, hingga strategi perjalanan wisatawan internasional,” ujar Ketua Umum Indonesia Health Tourism Society (IHTS), Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangannya, Kamis, 12 Maret 2026.

Sandiaga menilai kondisi tersebut perlu direspons dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, elaku industri pariwisata, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: Menag Serahkan Keppres Penetapan Anggota BAZNAS kepada Dirjen Bina Keuda Agus Fatoni

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan pameran pariwisata yang mempertemukan berbagai pelaku industri perjalanan.

Oleh karena itu, Sandiaga menyebut kegiatan seperti Indonesia pameran Travel Fair (ITF) 2026 dan Indonesia Wellness and Health Tourism Expo (IWHTE) 2026 dapat menjadi ruang kolaborasi sekaligus adaptasi bagi industri pariwisata nasional di tengah dinamika global.

Melalui kegiatan tersebut, para pelaku industri diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama dan mencari peluang pasar baru.

“Event ini adalah sebagai wadah kolaborasi dan adaptasi bagi pelaku industri pariwisata nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi wisata dan kesehatan di kawasan Asia,” jelas mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) tersebut.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tunjuk Dirjen Bina Keuda Agus Fatoni sebagai Pimpinan BAZNAS RI

Sementara itu, Sekretaris Jenderal IHTS Panca R Sarung mengatakan, pameran tersebut akan berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan berbagai pelaku industri perjalanan, termasuk maskapai penerbangan.

Menurutnya, pengunjung akan mendapatkan berbagai penawaran perjalanan hasil kerja sama dengan sejumlah maskapai untuk menghadirkan paket perjalanan yang lebih kompetitif.

“Dalam tiga hari pengunjung akan diberikan beberapa hal menarik seperti kolaborasi dengan berbagai maskapai untuk menghadirkan penawaran perjalanan yang kompetitif dan menarik bagi pengunjung,” kata pria yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama RajaMICE itu.

Selain sebagai ajang promosi, pameran itu juga diharapkan dapat mendorong transaksi langsung antara peserta pameran dan pengunjung. Pada kesempatan yang sama, penyelenggara juga membuka program pemesanan booth tahap awal secara daring melalui sistem manajemen acara digital.

Baca Juga: Libur Sekolah Lebaran 2026 Dimulai 16 Maret, Ini Jadwal Lengkap hingga Siswa Masuk Sekolah Lagi

“Pameran selama tiga hari selain kesempatan branding, event ini dirancang untuk mendorong transaksi langsung antara exhibitor dan pengunjung serta menghasilkan penjualan secara maksimal,” kata Panca. (man)

Tags:
wisata globalwisatakonflik Timur Tengah

Ali Mansur

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor