JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta mulai mengoperasikan RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara untuk membantu pengelolaan sampah.
Pengoperasian itu dilakukan seusai longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Zona 4 Bantargebang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, hingga menelan enam korban jiwa.
Kepala DLH Jakarta, Asep Kuswanto menyampaikan, pengoperasian RDF Plant Rorotan itu menjadi bagian dari strategi memastikan layanan pengelolaan sampah tetap berjalan optimal meski sebagian zona di TPST Bantargebang masih dalam proses penataan pascalongsor.
“Hari ini RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan dengan kapasitas awal sekitar 300 ton per hari dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 750 ton per hari dalam pekan ini, kemudian akan ditingkatkan 1000 ton per hari,” kata Asep kepada awak media, Kamis, 12 Maret 2026.
Baca Juga: DPRD DKI Ajak Warga Diskusi Pikirkan Solusi Masalah Bau Menyengat RDF Rorotan
Asep mengatakan, pelayanan pembuangan sampah di Bantargebang tetap berlangsung melalui Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 dengan kapasitas sekitar 4.000 ton per hari.
"Sementara itu, Zona 4 Besar masih dalam proses perapihan pasca longsor. Setelah proses penataan selesai, zona tersebut akan kembali dioperasikan dengan tambahan kapasitas sekitar 1.500 ton per hari," ujarnya.
Ia mengungkapkan, guna menjaga kapasitas pengolahan sampah Jakarta tetap optimal selama masa pemulihan, pihaknya mengoptimalkan fasilitas pengolahan lain.
Selain RDF Plant Rorotan, pengolahan dilakukan di RDF Plant Bantargebang dengan kapasitas sekitar 800 ton per hari serta PLTSa Merah Putih untuk mengelola 100 ton sampah per hari.
Baca Juga: Pengamat Kesehatan Ingatkan Bahaya Air Lindi dari Operasional RDF Rorotan
"Melalui skema tersebut, total sampah yang dapat tertangani hingga akhir pekan ini diperkirakan mencapai sekitar 6.700 hingga 7.150 ton per hari," ucapnya.
