JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sebelumnya viral karena tidur di rumah warga hari ini melakukan pemeriksaan kesehatan.
Diketahui, pegawai ASN tersebut bernama Nanang, saat ini bertugas di Unit Pengelola (UP) Museum Bahari.
Kepala Museum Bahari, Misari membenarkan jika Nanang pergi ke kantor, namun langsung didampingi untuk ke rumah sakit.
"Pagi tadi ke kantor dan langsung kami dampingi untuk ke RS guna mengetahui lebih detail dari dokter," kata Misari kepada Poskota melalui pesan singkat, Kamis, 12 Maret 2026.
Baca Juga: Arus Mudik di Terminal Kalideres Masih Normal, Puncak Penumpang Diprediksi Akhir Pekan
Nanang disebut tengah menjalani pengobatan dan pengecekam kesehatan secara rutin ke dokter.
"Kami mengetahui dalam sebulan terakhir sedang konsultasi rutin. Untuk diagnosa persisnya dari dokter kami akan menanyakan lebih lanjut saat tiba di RS," ucapnya.
Misari menjelaskan, Nanang bisa masuk hingga disebut tidur di rumah warga karena tiba-tiba mengalami blank atau lupa.
"Kemarin pagi yang bersangkutan sempat mengalami gangguan lupa lokasi kerja. Rumah yang dimasuki tidak jauh dari Museum Bahari," katanya.
Baca Juga: Antisipasi Macet Libur Lebaran, Polres Bogor Siapkan Skema One Way dan ETLE Portabel di Jalur Puncak
Sebelumnya, viral di media sosial seorang pria Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memasuki rumah orang bahkan tidur di ruang tamu rumah warga.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Lodan Raya RT 06 RW 08, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, pada Rabu, 11 Maret 2026.
Kejadian tersebut viral setelah akun Instagram @sekitaran_jakut mengunggah video yang memperlihatkan seorang pria berseragam dinas putih sedang diinterogasi warga.
Warga mencurigai ASN Pemprov DKI Jakarta itu berada di bawah pengaruh obat-obatan keras karena terlihat berbicara tidak jelas, bahkan disebut sempat nekat tidur di rumah warga.
Baca Juga: Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Resmi Dibuka, Ini Rincian Rute dan Tarifnya
"Saat diintrogasi, baik di tanya nama, dinas, dimana dan bertempat tinggal di mana oknum ASN ini tidak bisa diajak komunikasi dengan baik dan ngomongnya nglantur," tulis caption unggahan tersebut. (pan)
