Sering Tidur Setelah Sahur? Ketahui 6 Risiko Kesehatan yang Bisa Terjadi pada Tubuh

Rabu 11 Mar 2026, 03:00 WIB
Ilustrasi seseorang tidur setelah sahur. Kebiasaan langsung berbaring setelah makan saat Ramadhan dapat memengaruhi pencernaan, memicu asam lambung naik, serta menurunkan kualitas tidur. (Sumber: Pexels/John-Mark Smith)

Ilustrasi seseorang tidur setelah sahur. Kebiasaan langsung berbaring setelah makan saat Ramadhan dapat memengaruhi pencernaan, memicu asam lambung naik, serta menurunkan kualitas tidur. (Sumber: Pexels/John-Mark Smith)

Setelah makan, kadar gula darah biasanya meningkat. Tubuh kemudian memproduksi insulin untuk membantu memproses gula tersebut. Namun, jika seseorang langsung tidur, proses metabolisme dapat berjalan lebih lambat.

Akibatnya, lonjakan gula darah dapat berlangsung lebih tinggi dari kondisi normal dan berpotensi memengaruhi sensitivitas insulin dalam jangka panjang.

Baca Juga: Rekomendasi 7 Hampers Lebaran 2026 Murah dan Estetik, Cocok untuk Hadiah Teman Kantor

Tips Aman Jika Ingin Istirahat Setelah Sahur

Meski para ahli menyarankan jeda waktu sekitar dua hingga tiga jam antara makan dan tidur, kondisi tersebut sering kali sulit diterapkan selama bulan Ramadhan karena keterbatasan waktu.

Untuk mengurangi dampak negatifnya, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, di antaranya:

  • Mengonsumsi makanan dalam porsi sedang saat sahur
  • Menghindari makanan yang terlalu berlemak, pedas, atau berminyak
  • Memberi jeda minimal 20–30 menit sebelum berbaring
  • Melakukan aktivitas ringan seperti berjalan sebentar setelah makan
  • Minum air secukupnya untuk membantu proses pencernaan

Dengan cara tersebut, tubuh memiliki kesempatan untuk memulai proses pencernaan sebelum seseorang kembali beristirahat.

Kebiasaan kecil seperti tidak langsung tidur setelah sahur juga dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan selama menjalani ibadah puasa.


Berita Terkait


News Update